Cakrawala News
Portal Berita Online

Khasiat Hebat Daun Bambu Untuk Pampers Cangkok

0

Yogyakarta, Cakrawala.co, – Tahukah anda, khasiat hebat daun bambu ? Temuan cerdas para petani yang tergabung dalam Agrobiz Centre Banaran ( ACB ) di Desa Banaran, Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Insimewa Yogyakarta, benar-benar mencengangkan.

Daun bambu yang semula dianggap sebagai sampah, bikin cengkel, dan dibakar jadi abu. Di tangan kelompok ACB daun bambu dibuat bahan pampers cangkok, media tanam ( kompos ) dan pupuk spektakuler.

Ide ACB membuat pampers cangkok akhirnya menyedot perhatian banyak kalangan, terutama pemerintah setempat. Dan belum lama ini Wakil Bupati Kulon Progo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kulon Progo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo, secara khusus mengunjungi posko ACB.

“Ini menarik, amazing lah. Maka kita ingin tahu lebih dalam, karena pampers cangkok ACB viral di media sosial. Kita ingin buktikan kehebatannya, dan tentu ingin mengapresiasi gagasan cemerlang mereka. Karena dengan pampers cangkok, mencangkok pohon jenis apap saja waktunya 50 persen lebih singkat dan dengan pertumbuhan akar yang lebat, keren memang,” kata Fajar Gegana Wakil Bupati Kulon Progo, Sabtu ( 4/12)

Apa Itu Pampers Cangkok ?

Pampers cangkok adalah pampers yang berisi daun bambu giling, dicampur dengan cocopit ( sabut kelapa giling ) sekam bakar dan sedikit tanah lembut. Dengan pampers cangkok, mencangkok semua jenis tanaman jauh lebih mudah, lebih efektif dan hasilnya jauh lebih maksimal.

Yang lebih mengejutkan, dengan pampers cangkok ini, usia tumbuh akar pada setiap batang yang dicangkok lebih singkat. Jika rata-rata mencangkok baru tumbuh akar setelah 3 sampai 3,5 bulan, maka dengan pampers cangkok dalam tempo satu setengah bulan sudah tumbuh akar lebat.

“Kalau mau maksimal, maka biarkan sampai 2 bulan. Maka akar lebih rimbun dan kuat akarnya, hingga saat dipotong bisa langsung ditanam, “ kata Muh Zarngan Ketua Agrobiz Centre Banaran.

Pampers cangkok ini bobotnya ringan, hanya dua ons dan cara penggunaannya simpel, serta sangat mudah. Karena ide pembuatan pampers cangkok ini memang untuk memudahkan siapa saja yang mau mencangkot agar tidak ribet, tidak ada kendala meski yang mau cingkak adalah batang atau ranting di pucuk batang yang tinggi.

Sehingga dengan pampers cangkok bisa meringankan pekerjaan mencangkok yang selama ini sangat ribet atau rumit.

Hasil mencangkok dengan pampers cangkok juga amazing. Mudah, murah, simple tetapi memberikan hasil maksimal. Bahkan bisa dibilang menakjubkan.

Jika mencangkok secara tradisional, kita harus menyiapkan sabut kelapa, tanah basah, tali yang kuat, dan lain – lain, maka dengan pampers cangkok cukup mengupas batang hingga bersih dioleh perangsang akar baik dengan daun aluvera atau bawang merah, langsung ditempeli pampers cangkok. Selesai !

Kenapa Daun Bambu ?

Daun bambu giling semula oleh Agrobiz Centre Banaran ( ACB ) hanya diproduksi untuk media tanam atau semacam pupuk kompos, karena kandungan nutrisi dalam daun bambu memang luar biasa.
Setelah sukses dengan media tanam atau kompos daun bambu giling, maka ACB kemudian mengembangkannya untuk media cangkok, dengan nama pampers cangkok. Karena bentuknya persis seperti pampers.

Kenapa daun bambu menjadi demikian hebat untuk tanaman, ternyata sejumlah penelitian menunjukkan bahwa banyak mengandung tannin sebagai agen antelmetika. Penyubur dan anti gulma.
Selain itu daun bambu mengandung nutrisi ( berat kering 91,27% ) mengandung protein kasar 4,24%; lemak kasar 8,11%; serat kasar 27,2%; total digesti nutrien 36,42% .

Daun bambu (Dendrocalamus strictus) setiap 100 mg mengandung Protein Kasar 15,09; Serat Kasar, 23,15; Lemak Kasar 1,43; Abu 18,03; Fosfor 170; Kalsium, 1550 mg (Attayaya, 2009).

Tanin dalam daun bambu apus (Gigantochloa apus) tua 8,81% b/b, tanin dalam daun bambu petung (Dendrocalamus asper) tua 4,84% b/b, dan tanin dalam daun bambu legi (Gigantochloa atter ) tua 3,19% b/b.

Hasil pengujian kandungan tanin di atas dapat menunjukkan bahwa daun bambu mepunyai potensi sebagai anthelmetika melawan cacing gastrointestinal.

Tanin yang terdapat pada daun bambu adalah tanin terkondensasi. Tanin terkondensasi efektif melawan parasit GI.

Efek tanin terkondensasi melawan parasit GI dilakukan baik secara langsung, yaitu melalui interakasi TK-nematoda, mempengaruhi penetasan dan mempengaruhi pertumbuhan larva infektif, maupun secara tidak langsung, yaitu dengan cara mengikat protein tumbuhan di dalamrumen sehingga mencegah degradasi mikrobial sehingga meningkatkan aliran protein ke duodenum yang pada akhirnya akan meningkatkan imunitas hospes

Serasah daun bambu mengandung unsur hara makro P dan K cukup tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan baku pupuk kompos. Namun serasah daun bambu memiliki rasio C/N 35,82 – 38,27.

Pupuk kompos seharusnya mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap dengan rasio C/N 10 – 20, sehingga perlu adanya penambahan bahan baku lain untuk memenuhi kandungan unsur hara dan menurunkan rasio C/N serasah daun bambu.

Blotong merupakan limbah padat hasil pemurnian nira dari pabrik gula. Blotong memiliki rasio C/N 7,28. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara makro pada pupuk kompos yang dihasilkan dari serasah daun bambu dan blotong serta membandingkan dengan SNI 19-7030-2004, dan mengetahui perlakuan yang menghasilkan unsur hara makro paling banyak.

Serasah daun bambu dan blotong dikomposkan dengan aktivator EM4 dan kotoran sapi. Komposisi pencampuran bahan baku adalah dengan perbandingan I (1 kg blotong : 1 kg kotoran sapi) II (0,5 kg blotong : 0,5 kg serasah : 1 kg kotoran sapi) III (1 kg serasah : 1 kg kotoran sapi) IV (1 kg blotong : 50 ml EM4) V (0,5 kg blotong : 0,5 kg serasah : 50 ml EM4) VI (1 kg serasah : 50 ml EM4).

Pengamatan dilakukan dengan menganalisis kandungan unsur hara makro yaitu C organik, bahan organik, N-total, P2O5, K2O, kadar air, C/N ratio dan parameter lingkungan yaitu suhu, pH dan kelembaban setiap satu minggu sekali.

Proses pengomposan berlangsung selama 6 minggu dan dihentikan ketika bahan sudah terbentuk sempurna yaitu hasil akhir kompos tidak berbau dan berwarna coklat kehitaman. Hasil analisis unsur hara makro pada pupuk kompos paling baik tersebut adalah C organik = 27,79%; bahan organik = 47,91%; N = 2,73%; P2O5 = 1,95%; K2O = 1,88%; C/N rasio = 10,18 dan kadar air = 24,44%. yaitu pada perlakuan II (0,5 kg blotong : 0,5 kg serasah : 1 kg kotoran sapi).

Berlajar dari penelitian ini maka ACB memproduksi media tanam daun bambu yang dicampur dengan tetes tebu ( pengurai bakteri ) demikian juga untuk pampers cangkok. Kelebihan inilah yang kemudian dikembangkan oleh ACB guna meningkatkan produktifitas pertanian tanaman agro di Desa Banaran, Galur. Kulon Progo. ( gon)

Leave A Reply

Your email address will not be published.