Cakrawala News
Portal Berita Online

Keutuhan Cerita Dibalik Bangunan Eks Bioskop Odeon “Cikuray” Lewat Film Semi Dokumenter

0 28

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO  – Berbagai upaya terus dilakukan para penerus pengelola Bangunan eks gedung Bisokop Cikuray yang sempat melegenda dengan nama Bioskop Juliana, Bisokop Odeon dan Tjikuray “Cikuray” nama yang berlaku sampai saat ini.

Pihak pengelola kini mulai membuat dokumentasi secara series dengan merangkai cerita demi cerita dari kepingan-kepingan kisah yang ada secara turun temurun berada di pusaran gedung yang memiliki kisah panjang sebagai bangunan peninggalan Belanda hingga pernah mencatat era keemasan sebagi aset negara penyumbang pendapatan cukup besar pada jamannya.

Kini seiring pejalanan waktu bangunan tersebut masih berada dan berdiri kokoh pada pondasi awal bangunan yang diletakan oleh Belanda pada jamannya.

ads bukopin

“Pondasi Bangunannnya masih buatan Belanda ini, namun seiring perjalan waktu dan pernah terjadi beberapa kali peristiwa bencana alam seperti gempa hingga saya berinisiatif melapisnya dengan pancang beton untuk menopang struktur bangunan ini supaya tetap kokoh berdiri,”Kata H. E. Kustia pengelola turun temurun Bangunan gedung Cikuray tersebut ditemui disela-sela pembuatan film semi dokumenter Bangunan Bioskop Oden oleh sejumlah penggiat dokumentasi bangunan lama di Garut, Kamis (20/2/2020).

Menurut pria yang kini berusia 82 tahun itu, Struktur Bangunan Bioskop Cikuray masih cukup kokoh karena dipelihara pihaknya semenjak dalam pengelolaan yang diturunkan secara turun temurun semenjak Kakeknya hingga sang ayah Muhammad Nunung pada era penguasan Belanda dan Jepang.

“saya lupa-lupa ingat tahunnya, namun semenjak saya ingat sejak kecil memang sudah bermain ditempat ini menghabiskan masa kecil karena suka dibawa sama ayah saya Amarhum Muhammad Nunung saat bekerja,”ungkap Kustia mengenang.

Dalam ingatannya, ia mulai menjadi pekerja di tempat hiburan eks para petinggi Belanda di Garut kala itu semenjak usia 18 tahun sebagai penjaga karcis pertunjukan dan ayahnya Muhammad Nunung adalah seorang ahli mengoperasikan proyektor atau proyeksionis dalam pemutaran film.

“Secara turun temurun ayah saya mewarisi pekerjaan dari Kakek sebagai operator mesin proyektor saat memutar film di Biskop ini, hingga akhirnya dipercaya terus menerus hingga aset gedung diambil alih oleh pemerintah usai pendudukan Belanda dan jepang berakhir,”tuturnya.

Sejak era tahun 70 an saya resmi berubah status dari pegawai perusahaan bentukan pemerintah ini menjadi mitra yang diberikan kepercayaan untuk pengelolaan dalam sebuah perjanjian kerjasama pengelolaan hingga saat ini.
“karena keuletan dan berpegang teguh dalam menjaga amanah, Alhamdulillah saat itu saya dari yang semula sebagai pegawai harus berubah posisi menjadi pengusaha yang mengelola gedung ini untuk bisa terus bertahan dengan kepercayaan dari pimpinan perusahaan daerah saat ini hingga beberapa kali berganti pimpinan dan saya tetap memegang kepercayaan ini,”paparnya.

Saat ini seiring usia yang terus menua H. E Kustia telah mempercayakan penuh pengelolaan Gedung Eks Bioskop ini kepada anak kelimanya Risris Karsiman Kustia.

“Saat ini sudah saya serahkan untuk diteruskan sama anak saya Risris, namun tetap masih dalam bimbingan saya sebagai orang tua agar tetap bisa menjaga kepercayaan dan meneruskan dengan pemungsian bangunan ini agar tidak lepas dari nilai-nilai cerita sejarahnya, karena ini akan memberi penguatan bagi perjalanan kabupaten Garut kita ini,”imbuhnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.