Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Ketua DPRD Kota Blitar Minta Pesawat Tempur dan Tank Didatangkan

0 809

BLITAR CAKRAWALA.CO – DPRD Kota Blitar mendukung penuh rencana pembangunan Museum Peta yang digagas Yayasan Peta (YAPETA) agar segera bisa dimulai. Pernyataan ini disampaikan dr Syahrul Alim, Ketua DPRD Kota Blitar. Ia bahkan menyebut agar pesawat tempur dan tank segera didatangkan sebagai bentuk keseriusan.

“Itu kan gagasan bagus sekali dari Yayasan Peta yang diketuai mantan pebalap Nasional Tinton Soeprapto. Sejauh ini kita sudah menjalin kerjasama yang intinya itu beliau ingin membuat museum di Kota Blitar karena ada pahlawan Soepriadi dan banyak peninggalan-peninggalan di kompleks monumen Peta/di sekolahan itu,” terang dr Syahrul, Senin (22/11/2021).

Lanjut dia, pihaknya akan berdiskusi dengan komunitas Blitar di Jakarta, yang juga mendukung rencana tersebut.

“Insha Allah semua mensupport rencana pembangunan Museum Peta dan tentunya akan banyak manfaatnya untuk pengembangan wisata Kota Blitar yang sementara ini hanya terfokus di wisata MBK dan Bu Wardoyo di Gebang,” imbuhnya.

Nantinya, kata Syahrul, dengan adanya Museum Peta maka jadi satu zona (paket) wisata dengan MBK. Dan ketika nanti pembangunannya sudah dimulai, semuanya tetap bisa berjalan.

“Apakah dimulai dengan mengadakan seminar atau dengan mendapatkan pesawat dan tank bekas yang akan dipajang di museum bisa terealisasi dulu untuk menunjukkan keseriusan kita dengan tokoh-tokoh komunitas di Jakarta,” ujar Syahrul.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Blitar mendukung penuh agenda YAPETA sejak dimulainya rencana pendirian museum ini.

“Tahap awalnya mungkin dengan mendatangkan pesawat tempur dan tank. Tentunya ketika nanti dibawa ke sini kan butuh biaya, kita support dengan aturan-aturan yang ada,” ungkapnya.

Secara umum, kata Syahrul, pihaknya ingin agar masyarakat, anak-anak didik bisa lebih mengenal perjuangan para pahlawan seperti monumen Potlot di Taman Makam Pahlawan yang mungkin banyak tidak diketahui.

“Kemarin saat ke Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan juga ikut dan disarankan ada momen dimana anak didik harus tahu itu,” katanya lagi.

“Bukan sekedar tahu wujud monumen Potlot, tapi juga riwayatnya, sejarahnya bagaimana sehingga lebih bisa memahami perjuangan para pahlawan. Diharapkan wisata sejarah seperti Museum Peta nanti, dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme pada generasi penerus,” pungkas dr Syahrul. (Adv/DPRD/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.