Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Ketua DPRD Gresik Meminta Pemkab segera Merevitalisasi UMKM agar Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19

0 798

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Ketua DPRD Gresik, Jawa Timur, Fandi Akhmad Yani mengungkapkan sejumlah strategi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan ditengah pandemi Covid-19. Menurut pria yang akrab disapa Gus Yani itu, UMKM memilki peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di Kabupaten Gresik.

Dijelaskannya, revitalisasi di sektor UMKM menjadi kunci  utama untuk menghidupkan dan mendorong kembali perekonomian masyarakat Gresik di tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui secara pasti kapan berakhirnya.

“Melalui revitalisasi itu, saya yakin UMKM di Gresik bisa bertahan dan manpu bangkit kembali meski ada pandemi Covid-19,” ujarnya, Senin (13/7/2020).

Ketua DPRD Gresik yang sekaligus berlatangbelakang pengusaha tersebut menegaskan, pemerintah kabupaten Gresik perlu memprioritaskan kembali untuk fokus terhadap ekonomi. Sebab, dalam kondisi krisis ini peran UMKM sangat besar untuk bangkit.

“Harus diprioritaskan kembali karena pelaku UMKM itu memiliki keluarga yang harus dihidupi. Ditambah lagi dengan adanya tekanan akibat membengkaknya biaya rumah tangga,” kata Gus Yani.

Selama pandemi Covid-19 lanjut Gus Yani, sektor UMKM mengalami masa sulit dengan menurunnya penjualan, kendala permodalan, menurunnya pesanan, logistik yang tidak lancar, hingga acaman gagal bayar yang berpotensi bermasalah pada sektor keuangan.

Kendala lain yang dihadapi para pelaku UMKM adalah terganggunya pasokan bahan baku terutama yang tergantung pada barang impor. Misalnya sentra perajin songkok yang salah satu bahan bakunya adalah kain di impor dari Jepang, Korea Selatan, dan Amerika.

Maka dalam kondisi seperti itu, Gus Yani menyarankan pemerintah kabupaten Gresik harus membalikkan tren saat ini. Yaitu dengan cara memberikan dukungan insentif dan paket kebijakan yang cepat dan tepat sasaran.

Menurutnya, UMKM tetap bisa bertahan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, seperti halnya memanfaatkan teknologi digital untuk inovasi strategi penjualan di tengah krisis. Antara lain dengan mengulas kembali bisnis, mengenali customer base dan kebutuhannya.

“Jadi, ada tiga gagasan terkait dengan revitalisasi UMKM di Gresik. Pertama, dukungan insentif dan paket kebijakan yang tepat sasaran. Kedua, tercukupnya kebutuhan bahan baku, dan ketiga digitalisasi produk. Ketiga elemen itu diharapkan bisa membangkitkan UMKM,” imbuhnya.

Tak hanya itu, penguasaha muda ini juga menilai pengajuan stimulus daya beli UMKM dan koperasi serta program belanja di warung tetangga juga penting dilakukan untuk menggerakkan ekonomi Desa.

Berdasarkan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik, jumlah UMKM tahun 2019 ada 176.221. Dari jumlah itu, sektor UMKM memberi konstribusi sektor tenaga kerja 1.305.886 per Juni 2020. (Zen/ADV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: