Ketua DPD Demokrat Maluku Utara Ancam Polisikan Para Kader  

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Pemboikotan kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD),Partai Demokrat, Provinsi Maluku Utara, oleh Pengurus Harian maupun Kader,pada Minggu (18/8/19) mendapat tanggapan dari pengurus DPD lainnya.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara, Rusdi Yusup mengatakan, oknum pengurus yang mengatas namakan DPD melakukan pemboikotan kantor DPD Partai Demokrat Maluku Utara dan meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) memberhentikn Ketua DPD Hendarata Thes merupakan syarat kepentingan.

“Oknum anggota partai yang melakukan aksi pemboikotan untuk meminta DPP memberhentikan Ketua DPD Malut, Hendrata Thes dengan alasan tidak pernah melaksankan rapt-rapat harian dan melaksanakan rapimda itu sebanrnya tidak benar,  Hendrata sering melaksanakn rapat, dan yang seharusnya melaksnkan rapat itu ketua bidang organisasi Nurdin Mahdi”. ungkap Rusdi.

Rusdi juga mengatakan,  selama memimpin Partai Demokrat Maluku Utara, Hendrata Thes dinilai berhasil dalam pemilihan legislatif.

“Dalam pemilihan legislatif tingkat Provinsi Demokrat sebelumnya hanya memiliki tiga kursi sekarang menjadi lima kursi,  dii Kabupaten Sula sebelumnya hanya dua kursi menjadi lima kursi,  Kota Ternate dari tiga kursi menjadi empat kursi, jadi ini adalah prestasi buat ketua DPD”. tutur Rusdi.

Saat ini,kata dia ,  Sepuluh Dewan Pimpinan Cabang atau DPC Kabupaten/Kota  masih mendukung Bupati Kepulauan Sula tersebut, untuk memimpin Partai Demokrat kedepan. Rusdi meminta kepada oknum-oknum pengurus yang melakaukan pemboikotan untuk bersabar,  sehingga tidak merusak nama baik partai.

“ Oknum pengurus yang tidak pernah patuh pada partai adalah Hendra Karianga. Hendra tidak pernah mengikuti rapat-rapat partai, dan tiba-tiba dia datang memimpin rapat dan mau memberhentikn Ketua DPD,” akui Rusdi.

Sebelumnya, Kader dan Pengurus Harian DPD Demokrat meminta  Dewan DPP memberhentikan, Ketua DPD Maluku Utara, Hendrata Thes karena dianggap gagal membina anggota dan tidak mampu memimpin partai.

Salin meminta pencopotan Hendrata, para kader memboikot aktifitas dan penyegelan kantor DPD Demokrat Maluku Utara yang terletak di Jalan Raya Kelurahan Sangadji , Kecamatan Kota Ternate Utara.

Salah satu Kader DPD Demokrat Maluku Utara, Akbar Basrah mengaku, para kader dan pengurus harian DPD Partai Demokrat sudah menyurati ke DPP terkait persoalan Hendrata.

Hendrata diduga melanggar  Agaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) partai Demokrat  sepeti tidak melaksanakan rapat  partai,  gagal menghadirkan kursi legislatif , tak hadir dalam verifikasi faktual partai, enggan menjalankan  Rapat Kerja Daerah , Repat Pimpinan Daerah,tidak menjalankan amanat konstitusi partai  yang tertera dalam Pedoman Organisasi  baik Juklak maupun  Juknis sehingga merugikan partai.

Menyikapi tudingan itu, Ketua DPD Partai Demokrat, Maluku Utara, Hendarata Thes saat di Konfirmasi Cakrawala.co melalui sambungan telepon mempertanyakan posisi para kaders yang melakukan aksi tersebut .

Ia mengaku, bila para kaders ingin menguasasi DPD silahkan namun mereka harus pindah ke partai lain. Sebab, bagun itu merupakan bagunan miliknya  ,kalau mereka tetap bersih kukuh maka ia akan melaporkan ke Polisi dan menahan orang orang tersebut.

“ Kita akan membuat laporan bahwa kantor itu bukan punya mereka  selama ini DPD Demokrat tak memiliki kantor permanen jadi mereka salah baca aturan.  ini negara hukum bukan main baku ancam kalau DPP mau nonaktifkan saya maka itu hak DPP,” tandas Hendrata.***(Benk/IVN)

Facebook Comments
%d bloggers like this: