Cakrawala News
Portal Berita Online

Ketika Suara Rakyat Tak Lagi Sepenuhnya Milik Rakyat

0 545

Catatan Politik Cita Pramudita Nabila Syifa

Sorak semarai suasana pilpres mulai terasa, meskipun kenyataannya akan kita temui pada tahun 2024 mendatang. Namun, partai politik serta relawan-relawannya justru ramai persiapkan calon Presiden baru.

Dikabarkan bahwa para relawan-relawan pihak Jokowi mulai didekati oleh segelintir tokoh bakal capres 2024. Jelas saja jika para relawan Jokowi menjadi incaran, karena memang mereka telah terbukti mengantarkan Presiden Jokowi pada dua periode ini. Dukungan bagi para capres yang akan diselenggarakan beberapa tahun mendatang ini agaknya seperti menjadi lahan bisnis oleh influencer dan buzzer di pemerintahan demi mengorek komisi.

ads harlah pkb

Betapa mirisnya Indonesia saat ini, lumbung suara rakyat dikuasai oleh partai politik, jajaran pemimpin pemerintah, influencer, bahkan para relawan dengan segala macam taktik liciknya hingga pada masa sekarang ini sangat terasa bahwa Indonesia sedang dijajah oleh pemerintahannya sendiri. Namun, pilihan terkait pesta demokrasi belum diputuskan oleh Presiden Jokowi apakah ia akan bersedia dimenangkan lagi atau akan memenangkan nama yang lain. Presiden sendiri telah mengimbau para relawannya untuk menunggu saat pesta demokrasi tiba, juga agar tak terburu-buru dalam bersikap dan mempelajari lebih dalam tentang keadaan politik dengan baik.

Selain itu, para relawan juga diarahkan agar lebih fokus membantu upaya pemerintah dalam mengatasi Covid-19 untuk sama-sama membinasakan krisis kesehatan juga ekonomi. Beliau juga mengatakan bahwa karena saat ini fokus yang sedang diutamakan adalah keselamatan rakyat serta laju ekonomi yang harus segera tumbuh dengan adanya strategi-strategi demi terwujudnya Indonesia maju.

Sosok Presiden saat ini agaknya masih belum tergantikan dan sejalan dengan lembaga survei yang mengatakan bahwa elektabilitas Presiden Jokowi masih lebih unggul daripada tokoh pemerintah lain yang digadang-gadang menjadi capres 2024. Ada banyak nama yang mulai bermunculan dan dianggap potensial, seperti Gubernur Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Puan Maharani, Anies Baswedan, AHY, serta tokoh-tokoh lain yang elektabilitasnya jauh di bawah Presiden Jokowi. Namun di lain pihak, pemerintahan presiden Jokowi saat ini dinilai belum menjalankan amanah dengan baik sesuai dengan janjinya pada rakyat, sebagian masyarakat juga tidak setuju jika Indonesia dipimpin oleh pemerintahan Jokowi selama tiga periode.

Suhu politik yang mulai menghangat dengan munculnya para relawan dan nama-nama bakal calon tentu mempunyai alasan tersendiri di antaranya yaitu, masa pemerintahan dua periode Presiden Jokowi bisa dikatakan berakhir pada tiga tahun mendatang yang tentunya kesempatan tersebut sudah siap disambut oleh beberapa pihak, tahap pemilu juga akan mulai dilaksanakan tak lama lagi yakni di tahun 2022, dan telah banyak tokoh yang mungkin telah siap serta mulai merencanakan peningkatan pembangunan atau program yang belum dilaksanakan di pemerintahan Jokowi ini.

Publik tentu masih mengharapkan ditegakkannya kembali demokrasi dan supremasi hukum di tengah maraknya krisis demokrasi saat ini, di mana rakyat seolah hanya menjadi penonton panggung pemerintahan yang sekarang. Suara rakyat bahkan sedang dipertanyakan. Mulai eksis kembalinya para suara relawan menjadi tanda matinya demokrasi di Indonesia, dari demokrasi RI berganti menjadi relawan RI. Lalu kemana perginya suara rakyat yang sepenuhnya dari rakyat?.

Hal ini patut dipertanyakan, searah dengan tidak adanya lagi kepercayaan rakyat kepada demokrasi dan berpaling menjadi kepecayaan kepada relawan dengan bermacam taktik dan iming-iming mulai dari jabatan, uang, sembako, bahkan kata-kata dan janji manis, dengan itu suara mereka dapat dibeli dan dikantongi. Hal tersebut mungkin saja terjadi bagi rakyat yang menderita dan kurangnya edukasi, rakyat tersebutlah yang sudah menjadi incaran para relawan.

Mirisnya jumlah korban rakyat sasaran itu jauh lebih banyak dari rakyat yang benar-benar cerdas dan dapat hidup layak. Maka dengan come back-nya para relawan soal pilpres tiga tahun mendatang, merupakan segmen dari drama yang telah dibuat oleh para elemen politik yang lambat laun menguasai negaranya sendiri. Jika para cendekia, akademisi, dan rakyat yang berbudi belum dapat turun mengatasi para politisi, maka selama itu juga Indonesia akan terus dijajah, dibodohi, dan menjadi sasaran empuk bagi para relawan yang seolah-olah hidup tanpa dosa di negeri ini.

Biodata Penulis :

Nama : Cita Pramudita Nabila Syifa

Asal Instansi : Universitas Islam Indonesia, Prodi Hubungan Internasional FPSB 2020

Alamat : Kebanaran, 01/07, Mandiraja, Banjarnegara

Nomor Hp : 082326874144

Alamat email : cnabilasyifa@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.