Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Kesetiaan Pada Profesi, Berbuah Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI

Oleh: Janur M Bagus

Pengabdian panjang sebagai seorang pendidik di Garut, Jawa Barat telah dilakoni sosok santer, tegas dan berani yang  kerap kali dianggap kontroversi oleh para pemangku kebijakan pada jamannya.

Adalah Imam Tamamu Taufiq, pria kelahiran Garut, 15 Agustus 1962 sebagaimana penulis kenal adalah sosok yang bernyali dan pantang menyerah terlebih debut sang umar bakrie ini berjalan sejak era orde baru dimana segala suara serba tabu dan terlampau berani pasti berkonsekuensi pada profesi dan tidak sedikit yang tereliminasi karena mempertahankan idealisme.

Tapi tidak dengan sosok yang satu ini, ia menyadari betul bahwa banyak yang harus dilakukannya untuk merubah wajah pendidikan kabupaten Garut kala itu, meski penuis tidak banyak mengingat detail waktu secara urut langkah-langkah dari sosok Imam Taufiq, namun secara garis besar menjadi saksi sejarah perjalanan panjang perjuangan sosok Guru kontrversial ini.

Setidaknya sejumlah langkah beresiko yang diambilnya tidak akan luput dari bidikan lensa kamera serta rekaman pita suara pada kala itu sejalan dengan profesi yang dijalani penulis sebagai jurnalis muda yang sangat haus mencari informasi mulai yang basi hingga bernilai sensasi tak akan lepas dari bidikan untuk menjadi headline dimedia tempat penulis bernaung kala itu.

Sampai pada suatu ketika peseteruan guru memuncak dengan pihak pemegang kebijakan untuk regulasi dan lainnya untuk ukuran dunia pendidikan seiring pada awal-awal refrmasi bergulir, setegak itu pula sosok Imam Taufiq terus bersuara lantang dalam berbagai ketidak adilan dengan meletakan dasar-dasar prinsif sebagai guru pejuang yang hingga kini terus berlanjut dalam sebuah wadah yang di gagasnya bernama Serikat Guru Indonesia (SEGI)  Kabupaten Garut.

Bersama SEGI Imam Taufiq merubah paradigma monopoli organisasi Guru yang kala itu hanya miliknya PGRI sebagai induk semang tempatnya bernaung bagi para Guru di seantaro Nusantara termasuk di Garut, kota berjuluk Intan, Dodol juga Domba yang semuanya memberikan imbas pada percikan semangat perjuangan para guru yang dimotori Imam Taufiq dan kawan-kawan kala itu.

Moto perjuangan Imam Taufiq dan kawan-kawan lincah dan apik hingga memunculkan kilauan sekemilau intan, segagah doma Garut disaat berhadapan dengan tirani yang mengintimidasinya bahkan tak akan pernah meninggalkan tradisi diskusi dan berdebat seperti dodol Garut yang lentur namun tetap elegan dan santun.

“Saya juga pernah di gelari sebagai Guru Pelaku Instabilitas Lokal dan Nasional oleh pak Mendiknas saat itu  Prof.Bambang Sudibjo, (arsip surat tersebut ada di Setda, BKD atau Disdik) enatah masih ada atau sudah kemana saya juga kalau ada yang menemukan membutuhkan untuk arsip kenang-kenangan,”tulis Imam Taufiq melalui pesan Applikasi Wathshpp.

Itu barangkali salah satu contoh perjuangan guru di Kabupaten Garut yang dimotori Imam Taufiq yang menjadikannya hingga saat ini tetap eksis mengusung selogan “Guru Pejuang dan Pejuang Pendidikan” melalui wadah SEGI yang juga sudah turun temurun berganti generasi kepemimpinan sejak era pertama kalinya dipimpin sang Umar Bakrie berdarah Kiyai ini.

“Pada tahun 2010 Pa Mendiknas (sekarang Mendikbud) di “bunuh” via keputusan MA (terkait dibatalkannya Badan Hukum Pendidikan dengan turunannya seperti RSBN,RSBI, SBN, SBI), dimana sebelumnya pada tahun 2008: ajuan saya dkk tentang transparansi anggaran pendidikan dikabulkan dgn lahirnya UU.14/2008 tentangg KIP,” ungkap Imam mengingat perjalannya.

Imam juga tidak luput mengingatkan bahwa tidak semua perjuangan para guru berbuah manis, hingga saat ini ada sejumlah hasil perjuangan yang dilakukannya juga tidak kunjung dijalnkan padahal sudah memiliki keputusan mengingat saat digugat melalui jalur Pengadilan.

“…Alhamdulillah, m.eski perjalanan sangat panjang dan tidak juga dilaksanakan pemerintah. hingga kini……
2007 Pengadilan Tinggi Negeri Jaksel mengabulkan bahwa UN tidak boleh dilaksanakan bila syarat-syarat tidak dipenuhi. MA pun memutuskan hal yang sama. Sekali lagi… Alhamdulillah… Melalui pertemuan Nasional Serikat Guru Indonesia 9 Desember 2014 yang dihadiri Mendikbud Anies Baswedan, beliau setuju untuk menghentikan UN sabagai penentu kelulusan siswa. UN 2015 benar-benar terjadi Menteri Anies Baswedan mengeluarkan surat keputusannya tentang UN tersebut dan melarang perpeloncoan pada Masa Orientasi Sekolah.”papar Imam Taufiq mengingatkan

Meski pada kenyatannya lanjut Imam, UN hingga kini tetap berjalan, malah oleh “oknum” pemerintah dimanfaatkan demi gengsi daerah agar semua sekolah mesti UNBK meskipun berdampak terindikasi pelanggaran terpaksa dilakukan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer.

“silakan tanya dan investigasi terkait kebijakan UNBK yang terkesan dipaksakan di daerah-daerah..”ucapnya.

Terlepas dari semua itu, apa yang menjadi pijakan Imam Taufiq dalam kerangka jihad Pendidikan adalah untuk tetap kritis bagi setiap kebijakan yang lahir dan harus dijalankan para praktisi dunia pendidikan itu sendiri, karena tidak semuanya berujung bagus. Banyak sekali kebijakan didalam dunia pendidikan kita unjungnya menjadi dilema bahkan kerap kali seperti memenjarakan kreatifitas dan potensi yang dimiliki dunia pendidikan kita.

Sang Umar Bakrie yang satu ini, kini telah genap bahkan lebih dari 30 tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik di berbagai sekolah, bahkan sesuai regulasi yang ada maka tidak salah jika Imam Taufiq kini diganjar Satya Lencana  Karya Satya XXX (emas) di tahun 2019 langsung dari Presiden RI Joko Widodo.

Selamat buat Umar Bakrie  Drs. H. Imam Tamamu Taufiq, MPd konsistensi dan kesetiaan pada profesi telah dijalani dengan penuh warna dan banyak memberi warna bagi kehiduan dunia pendidikan kita, khusunya Kabupaten Garut, dan Jawa Barat serta umumnya Indonesia.

Semoga darma bhakti dan segala cita-cita yang belum terlaksana tetap menjadi prioritas dalam perjalanan separuh perjuangan dengan sejatinya prinsip perjuangan.***salam

***Penulis adalah Penggiat Informasi Masyarakat Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut.

Facebook Comments
%d bloggers like this: