Cakrawala News
Portal Berita Online

Kesbangpol Gresik Tumbuhkan Semangat Toleransi Melalui Sosialisasi Perda 16/2020

0 1.233

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gresik, Jawa Timur kembali menggelar kegiatan sosialisasi Perda Nomor 16 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat di Kabupaten Gresik.

Sosialisasi tersebut digelar di Aula Pertemuan Kecamatan Kebomas pada Kamis (17/6/2020) dihadiri para lurah dan kades se-Kecamatan Kebomas, serta tokoh masyarakat setempat.

Kepala Kantor Kesbangpol, Darman mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sengaja digelar di sejumlah kecamatan agar perda baru disahkan tersebut segera diketahui oleh semua lapisan masyarakat.

“Perda ini bertujuan memelihara kehidupan masyarakat yang rukun, aman, tentram, damai dan sejahtera, serta mencegah perkembangan sikap intoleransi yang dapat berpotensi menimbulkan konflik,” ujar Darman.

Pada kegiatan sosialisasi kali ini dihadirkan tiga narasumber. Dua diantaranya adalah anggota DPRD Gresik dari Komisi 1 yang membidangi hukum dan pemerintahan. Yakni, Jumanto dan Lusi Kustianah. Seorang lagi adalah Dr Muchammad Toha yang kini menduduki jabatan Kepala Badan Diklat Denpasar.

Menurut Dr Muchammad Toha dalam paparannya, kehidupan toleransi bagi masyarakat Gresik bukanlah barang asing. Karena sejak zaman dahulu masyarakat Gresik dikenal sebagai masyarakat yang sangat menghargai perbedaan, baik perbedaan suku, etnis maupun agama.

“Tokoh-tokoh besar dalam sejarah Gresik, seperti yang dikenal seperti Kanjeng Sunan Giri bukanlah tokoh kelahiran Gresik tapi asli dari Blambangan Banyuwangi. Masyarakat Gresik tidak menyoal asal daerah beliau, tapi beliau sangat dihargai sebagai tokoh yang sudah mengharumkan nama Gresik, sebagai penyebar Islam di Tanah Jawa,” ujar Toha, pria kelahiran Gresik.

Mengapa masyarakat Gresik dikenal sangat toleransi dalam banyak perbedaan? “Karena masyarakat Gresik banyak mendiami kawasan pesisir, sehingga dikenal sangat terbuka dengan masyarakat pendatang yang berbeda suku, etnis maupun agama,” ungkap Toha. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.