Kesbangpol Gresik Gelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Sebagai dasar pembentukan karakter bangsa, Pancasila harus diamalkan mulai dari lingkungan keluarga, hingga masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini disampaikan Staf Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Propinsi Jawa Timur, Agus Ismantoro di ruang pertemuan Putri Mijil, Kota Gresik, Jawa Timur, Selasa (23/4/2019) pada Sosialisasi Pembauran Kebangsaan yang digelar Kantor Kesbangpol Gresik.

Menurut Agus, ada 5 hal yang perlu diperkuat untuk tidak mudah terprovokasi berita maupun aliran-aliran yang dapat melemahkan sendi-sendi kebangsaan, yakni, intelektual, spiritual, mental, fisik dan finansial.

“Jika 5 hal ini diperkuat, maka kabar hoax apapun maupun aliran apapun yang akan melemahkan nilai-nilai kebangsaan akan bisa diminimalisir,” ujarnya.

Selain itu, kata Agus, pengamalan nilai-nilai kebangsaan perlu dilakukan dari lingkup terkecil, mulai dari diri sendiri hingga lingkungan sekitar.

Sementara, Kasi Intel Kejari Gresik, Bayu Probo Sutopo menceritakan pengalaman pribadinya saat berpindah-pindah tugas di berbagai daerah. Salah satu yang menarik, ungkap Bayu adalah saat bertugas di Sulawesi Tengah (Sulteng). Menurutnya, masyarakat Sulteng sangat menghormati simbol-simbol negara seperti bendera merah putih.

“Ini penting untuk kita renungkan bersama bahwa simbol negara yang mempersatukan berbagai suku di Indonesia ini perlu dihormati. Warga Sulteng melakukan secara sadar,” ujarnya.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupatem Gresik, Muchammad Toha mengatakan Indonesia merupakan anugerah Tuhan yang harus kita syukuri dan pertahankan sekuat tenaga.

“Kita lahir dan besar di Indonesia. Artinya kita berhak hidup secara merdeka dan menikmati kekayaan alam di Indonesia,” tegasnya.

Untuk itu, salah satu langkah memperdalam kecintaan terhadap NKRI adalah dengan mencontoh perjuangan para pendiri bangsa seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan Sudirman.

“Bung Karno dan Bung Hatta meski sempat berselisih, tapi mereka selalu berangkulan sambil berurai air mata,” ucapnya.

Selain itu, jelas Toha, perlu tabayyun saat menerima berbagai berita agar tidak termakan hoax. “Orang-orang yang ingin mengacaukan NKRI saat ini hanya bermodalkan berita hoax. Jika kita meningkatkan kepekaan dengan melakukan tabayyun, maka upaya mereka tidak akan berhasil,” tegasnya.

Sosialisasi Pembauran Kebangsaan tersebut digelar Kantor Kesbangpol Gresik selama 2 hari dari tanggal 23-24 April 2019 yang diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur organisasi se kabupaten Gresik. (Zen)

Facebook Comments