Cakrawala News
Portal Berita Online

Kerja Keras APEKSI Wujudkan Smart City Ramah Lingkungan

0 87

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO – Kerja keras Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berhasil mewujudkan Smart City memperoleh apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan. Revolusi Industri 4.0 yang melahirkan masyarakat Society 5.0 merupakan dambaan negara-negara di seluruh dunia saat ini.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung Luhut saat memberikan sambutan secara virtual pada Pembukaan  Indo Smart City Forum & Expo (ISCFE) 2021,  Rabu (13/10/2021). Kegiatan yang berlangsung tiga hari hingga Jumat (15/10/2021) kali ini dipusatkan di The Rich Jogja Hotel Jalan Magelang Yogyakarta.

“APEKSI perlu memanfaatkan sebaik-baiknya momentum ini untuk terus bekerja mencapai tujuan mewujudkan kota-kota di Indonesia sebagai Smart City ramah lingkungan,” ujar Luhut.

Secara khusus Luhut Binsar Panjaitan juga berpesan seluruh peserta ISCFE untuk menjaga diri. Meskipun Covid-19 telah landai namun tidak boleh lengah.

“Jangan lupa, tetap jaga protokol kesehatan. Walau kasus sudah menurun kita tetap harus menegakkan disiplin protokol kesehatan secara bersama-sama,” pesan Luhut.

Pembukaan ICSFE sendiri berlangsung meriah, dibuka dengan persembahan tari oleh seniman dan seniwati Yogyakarat. Selama acara berlangsung, peserta tidak boleh melepas masker. Selain itu, sebelumnya mereka juga menjalani prosedur protokol kesehatan.

Melalui hitungan mundur, secara resmi pembukaan acara itu ditandai pemukulan gong oleh Asisten I Setda DIY, Sumadi, mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berhalangan hadir. Tampak mendampingi Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, beserta pengurus lainnya. Usai menyanyikan lagu mars APEKSI dan penyerahan plakat dari Bima Arya Sugiarto kepada Sumadi, dilanjutkan peninjauan stan pameran APEKSI.

Bima Arya Sugiarto ketua Apeksi mengemukakan ISCFE sekaligus menjadi satu rangkaian dengan Rapat Kerja Teknis APEKSI 2021 kali ini dihadiri 53 walikota se-Indonesia.
Bagi APEKSI, kegiatan ini merupakan momentum yang sangat tepat mengingat pada saat yang sama Covid-19 di Indonesia khususnya Jawa sudah melandai dan terkendali. Semua ini tidak lepas dari kerja keras APEKSI dengan rantai birokrasi yang berjalan efektif. Akhirnya dunia internasional memuji langkah Indonesia menangani pandemi.

“Setiap minggu semua kepala daerah rapat  koordinasi dengan Pak Luhut,” kata Bima Arya.

Diakui, konsep Smart City yang diluncurkan sejak tahun 2000 mengalami fase naik-turun seolah-olah masing-masing kota bergerak sendiri dengan caranya masing-masing. Forum ISCFE merupakan momentum yang tepat untuk merapatkan barisan dan menyatukan kembali konsep, gagasan, ide, inovasi dan sharing keberhasilan.

“Pandemi kita dipaksa kencang lagi karena kebutuhan, bukan karena uang. Kita tidak bisa membayangkan lima lalu, sekarang kita bisa berkomunikasi langsung RW se-kota karena ada kebutuhan yang dipercepat,” ucapnya.

Dia menegaskan ke depan Smart City tidak lagi hanya bicara kerja sama dengan vendor atau aplikasi, tetapi ada yang lebih penting yaitu perubahan perilaku warga kota. “Di situ tantangan kita,” ujarnya.

Agenda tahunan ini merupakan sarana yang tepat berbagi pengalaman membangun ekosistem Smart City karena semua hadir, ada dinas, komunitas, perguruan tinggi, media dan lain-lain. Harapannya layanan kepada masyarakat lebih mudah dan nyaman.

“Yang menonjol dari APEKSI adalah persahabatan. Ada yang sudah jadi walikota dua periode. Kita semua berkolaborasi. Tidak ada persaingan. Saling berbagi keunggulan,” kata Bima Arya kemudian menyapa Walikota Surakarta Gibran Rakabumi Raka, saat konferensi pers.

Gibran yang pada acara itu menjadi fokus sorotan kamera menyebut forum APEKSI kali ini sangat luar biasa. “Ini pertama kali saya ikut APEKSI, saya banyak belajar dari walikota lain. Banyak inovasi. Event ini sangat tepat untuk percepatan ekonomi. Saya kebetulan anak baru, saya mau belajar. Solo sudah gas pol dengan solusi go digital, digitalisasi UMKM,” kata Gibran.

“Walau Mas Gibran anak baru, enam bulan sudah gas pol. Kita sama-sama belajar ke Solo, dan saling mendorong fastabiqul khairat (berlomba-lomba untuk kebaikan),” pungkas Bima Arya. (Okta/Santosa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.