Cakrawala News
Portal Berita Online

Keraton Solo Gelar Tradisi Adat Mahesa Lawung Dengan Protokol Kesehatan

0 397

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Keraton kasunanan Surakarta Hadiningrat.Melalui Lembaga Dewan Adat.Senin(14/12/20) siang,menggelar ritual Mahesa Lawung.Upacara adat mengubur kepala kerbau yang dilakukan sejak pemerintahan Raja Paku Buwono II tersebut selain memohon  kepada sang pencipta agar dihindarkan dari segala bencana,juga untuk kedamaian Keraton Surakarta pada khususnya dan ketentraman bangsa Indonesia agar Covid-19 segera berakhir.

 

 

 

Upacara adat Mahesa Lawung merupakan tradisi turun-temurun sejak era dinasti Mataram dengan cara mengubur kepala kerbau di hutan Krendowahono Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Mahesa Lawung adalah upacara meminta keselamatan kepada Tuhan.Rritual Mahesa Lawung dilakukan setiap hari Senin atau Kamis di Rabiul Akhir atau bulan keempat dalam kalender Jawa. Ini bertujuan membuang sial atau sifat buruk manusia melalui penguburan kepala kerbau.

 

Upacara diawali dari Gondorasan Komplek Keraton Solo, yang di komandani oleh Lembaga Dewan Adat ( LDA) Keraton Surakarta yang dipimpin GRAy Koes Murtiyah Wandansari (Gusti Moeng) membuka acara sebelum sesaji kepala kerbau termasuk uba rampenya dibawa ke alas Krendowahono.

 

Sesampainya di alas Krendowahono.lokasi ritual disemprot desinfektan terlebih dahulu,Selanjutnya,sejumlah sesaji,seperti nasi dan lauk pauk, jajan pasar,buah,bunga matahari yang dibentuk layaknya pengantin,hingga kepala kerbau bersama organ dalamnya termasuk darah kerbau yang ditutup kain putih diletakan di pepunden kedaton,selanjutnya didoakan oleh para ulama keraton. Selanjutnya kepala kerbau yang ditanam sebagai simbol yang jelek- dikubur dan yang tertinggal hanya kebaikan dari  Ridho Allah SWT.

 

Lantaran kondisi Pandemi Covid-19, pelaksanaan acara upacara adat Mahesa Lawung digelar singkat dan diikuti para abdi dalem yang jumlahnya juga dibatasi. Sesuai aturan protokol kesehatan, sehingga yang diijinkan masuk ke dalam cepuri ini hanya 30-40 orang saja.”Baik itu abdi dalem, sentono dalem yang ikut dalam acara ini. Sementara untuk yang lainnya berdoa di rumah masing-masing agar Covid-19 segera sirna, pulih kondisi ekonominya dan bisa bekerja seperti sediakala,” ungkap Gusti Wandansari, Senin (14/12/20).(AgB)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.