Cakrawala News
Portal Berita Online

Kenaikan BBM Jadi Derita Awal, Buruh Sukoharjo Geruduk Gedung DPRD

0 45

 

Sukoharjo Cakrawala.Co,-Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, berlanjut. Massa dari kalangan buruh,Senin ( 05/09/2022) mendatangi gedung DPRD Sukoharjo.Dalam aksinya, mereka sangat keberatan dengan kenaikan BBM lantaran tidak sesuai dengan kenaikan gaji yang diterima.

 

 

 

Dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster bertuliskan penolakan naiknya BBM, seperti ‘BBM Mundak, Gaji Ra Mundak, Pie ta ki’, ‘Stabilkan Harga Bahan Pokok dan BBM Agar Bulan Depan Depan Jadi Lamaran!’, ‘Keputusanmu Menaikkan BBM adalah Derita Awalku’, Massa buruh berorasi silih berganti di halaman gedung DPRD Sukoharjo.

 

Anggota dewan Kabupaten Sukoharjo yang berada di depan gedung juga mempersilakan perwakilan buruh melakukan audiensi. Audiensi diterima langsung oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Sukoharjo Sukardi Budi Martono dan Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.

Dalam kesempatanya, Ketua Forum Peduli Buruh Kabupaten Sukoharjo Sukarno mengatakan kenaikan harga BBM ini tidak sesuai dengan kenaikan gaji yang diterima buruh.

“Selama tiga tahun terakhir, kenaikan upah itu tidak sampai satu persen. Sementara kenaikan BBM dan harga kebutuhan pokok lebih dari satu persen. Kami tombok terus,” kata Sukarno, Senin (5/9/2022).

Mereka khawatir kenaikan harga BBM ini akan berimbas pada harga kebutuhan pokok lainnya. Sehingga daya beli buruh menjadi berkurang.

 

Tidak hanya itu, Massa juga menyinggung soal bantuan langsung tunai (BLT) pemerintah.

“Bagi kami, BLT tidak akan menyelesaikan masalah. Dulu buruh pernah dapat BLT juga, tapi datanya tidak sesuai, banyak teman-teman yang tidak tercover,” ujarnya.

Buruh mengancam, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, akan menggelar aksi yang lebih besar lagi bersama aliansi mahasiswa.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Sukoharjo Sukardi Budi Martono mengatakan aspirasi butuh akan diterima. Pihaknya akan menyampaikan aspirasi buruh ini kepada DPR RI.

“Kesimpulan dari aspirasi buruh yang disampaikan adalah menolak kenaikan harga BBM, dan penyesuaian upah. Penentu bukan di DPRD Kabupaten, tapi DPR RI Nanti kita kawal teman-teman buruh bertemu wakilnya di DPR RI,” ungkapnya.

Aksi para buruh tersebut mendapat pengawalan sejumlah aparat kepolisian Polres Sukoharjo, Usai melakukan audiensi, massa buruh meninggalkan gedung DPRD Sukoharjo.(Agung Bram).

Leave A Reply

Your email address will not be published.