Cakrawala News
Portal Berita Online

Kemiskinan Jadi Sorotan Pada Sosialisasi Perda Tentang RPJMD DIY 2017-2022

0 17

KULONPROGO,JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO – DPRD DIY dalam sepekan terakhir ini menggelar sosialisasi sejumlah perda kepada masyarakat yang dilakukan oleh para anggota DPRD DIY. Lilik Saiful Ahmad, anggota DPRD DIY dari fraksi Golkar mendapatkan tugas mensosialisasikan Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) DIY tahun 2017 – 2022. acara sosialisasi perda tentang RPJMD DIY ini digelar di Balkondes Sentolo Kulonprogo, Kamis malam (5/12/2019).

Dalam sambutan membuaka acara sosialisasi tersebut Lilik Syaiful Ahmad anggota Komisi C DPRD DIY mengatakan tujuan acara ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang arah pembangunan daerah dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

” Selain itu, sosialisasi RPJMD bermanfaat untuk menyelaraskan target sasaran pembangunan dari pemerintah, swasta dan masyarakat, sehingga program-program pembangunan bisa terlaksana secara maksimal.,” ujar Lilik Syaiful Ahmad.

ads bukopin

Adapun sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut adalah Fahmi dari Bappeda DIY dan Nurhadi Susanto dari Universitas Gajahmada Yogyakarta.

Dalam acara sosialisasi ini masalah tingkat kemiskinan di DIY masih menjadi perhatian serius.
Tingkat kemiskinan di DI Yogyakarta sebesar 11,7 persen dan masih berada di atas rata-rata angka nasional yakni 9,66 persen.

Nurhadi Susanto, narasumber dari Universitas Gajahmada Yogyakarta mengatakan, di Yogyakarta sangat unik. Tingkat kemiskinannya tinggi diatas rata – rata nasional. Namun demikian tingkat kebahagiaan masyarakat DIY tertinggi untuk tingkat nasional.

” Berarti di Yogyakarta ini, meskipun miskin tetapi masyarakatnya bahagia,” ungkap Nurhadi Susanto.

Sementara itu, Fahmi dari Bappeda menjelaskan penanggulangan kemiskinan telah ditetapkan sebagai tema utama dalam RPJMD DIY 2017-2022 di samping Yogyakarta Internasional Airport dan pembiayaan pembangunan. Lebih lanjut Fahmi memaparkan terjadi ketimpangan tingkat kemiskinan. Ketimpangan tingkat kemiskinan tersebut terjadi di Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul.

” Namun untuk Kulonprogo, terjadi loncatan pertumbuhan ekonomi sebesar 10,62 tahun 2018 dari 5,97 pada tahun 2017, serta tingkat kemiskinan turun dari 20,03 persen menjadi 18,30 persen atau sebesar 1,73 persen,” jelas Fahmi.

Acara Sosialisasi Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) DIY tahun 2017 – 2022 di Sentolo Kulonprogo Yogyakarta ini diikuti ratusan warga masyarakat dan sejumlah perangkat desa dan perwakilan dari Kecamatan Sentolo. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.