Cakrawala News
Portal Berita Online

Kementerian LHK Luncurkan Program Berbasis Wawasan Lingkungan

6

CIANJUR,CAKRAWALA.CO- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan berbagai program untuk mewujudkan pembangunan berbasis dan berwawasan lingkungan. Bahkan kementerian LHK banyak membuat terobosan kebijakan. Misalnya penyelesaian konflik, pemberian akses, perhutanan sosial, reforma agraria, maupun pemgendalian pencemaran seperti profer, green leadership, dan lainnya.

Dari program-program tersebut, muaranya nanti akan terkoneksi dengan pola pembangunan ke depan yang menjadikan sektor ekonomi sebagai basis bukan hanya mengambil sumber daya alam saja.

Demikian dikatakan, staf ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Kementerian LHK, Laksmi Wijayanti, saat hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Forum Group Discusion bertema Pembangunan Bertumpu pada Kelestarian Lingkungan Hidup di Istana Presiden Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rabu (28/11)

ads bukopin

“Pertama modal negara demokrasi. Ini artinya bebas ketika kita punya inisiatif dan kemampuan partisipatif. Modal kedua otonomi daerah kita sangat kuat. Ini artinya sebenarnya kunci penyelesaian masalah lingkungan itu adalah kemampuan setiap perangkat daerah di masing-masing lokasi,” terang

“Kita bergerak menuju bagaimana ke depan memanfaatkan jasa-jasa lingkungan dan circural ekonomi.  Kita sudah siapkan perangkat-perangkatnya seperti instrumen fiskal atau instrumen ekonomi. Memang ada turunan-turunannya yang harus diselesaikan,” ungkap Laksmi.

Bahkan, Laksmi juga menyoroti soal program quick win yang dinilai tak berpihak. Dalam pandangannya, program quick win yang fokus kepada lingkungan bisa dilakukan.

“Caranya, penyelesaian konflik, penegakkan hukum. Itu kan kelihatan. Sekarang masyarakat sudah bisa menyampaikan keluhannya. Ada mekanismenya. Jadi quick win itu didorong misalnya oleh kepala daerah baru atau mungkin nanti anggota DPR baru. Jika terpilih, mereka nanti bisa menyelesaikan persoalan lingkungan. Bagi kami itu luar biasa dan nyata,” tegasnya.

**Kementerian LHK Siapkan Dana Pengembangan Infrastruktur Lingkungan

Laksmi menyebutkan, Kementerian LHK sudah menyiapkan pendanaan dengan berbagai skema pembiayaan untuk pengembangan infrastruktur lingkungan. Misalnya penanganan sampah maupun pemantauan kualitas udara. Di daerah juga bisa memanfaatkan Dana Desa, Dana Insentif Daerah (DID), maupun Dana Bagi Hasil.

“Masalah lingkungan di Indonesia relatif cukup banyak. Misalnya masalah sampah yang kerap menjadi objek buang sampah sembarangan ataupun kebakaran hutan dan lahan. Siapapun yang mengelola lingkungan hidup di Indonesia tidak berada pada posisi ideal,” tegasnya.

“Memang mau atau tidak mau jadi berat karena harus beresin sungai, harus beresin hutan, harus beresin bekas-bekas tambang. Makanya kita berupaya semua pihak menegakkan mekanisme kontrol, seperti izin lingkungan dan lain sebagainya. Itu karena kita tidak ingin kebiasaan berusaha di sini (Indonesia) dianggap gampang. Sudah bukan eranya seperti itu,” ujarnya.

Laksmi berharap, hasil dari kegiatan Forum Group Disscusion ini bisa mendorong calon pemimpin baru atau para wakil rakyat baru menerapkan program-program quick win dalam penyelesaian masalah lingkungan. Bukan malah membuat sebuah kebijakan yang pada akhirnya akan memdorong terjadinya masalah.***(d_hen)

 

Comments are closed.