Cakrawala News
Portal Berita Online

Kemensos Salurkan 5.300 Bansos melalui YPJI kepada Jurnalis Terdampak COVID-19

0 231

JAKARTA, Cakrawala.co – Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan dan mempercayakan 5.300 paket sembako kepada Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) untuk disalurkan kepada Jurnalis terdampak COVID-19. Penyerahan Paket Sembako dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen DPSKBS, Kemensos, Adi Wahyono di Kantor Sekretariat YPJI di Jakarta Selatan.

“Pengajuan untuk Komunitas Jurnalis memang kita terima. Jumlahnya sekitar 5300 paket”, ujar Adi Wahyono membenarkan  adanya ajuan dari YPJI untuk Komunitas Jurnalis saat saat jumpa pers di sekretariat YPJI, kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2020).

Kemensos serahkan 5.300 paket sembako kepada YPJI untuk disalurkan kepada Jurnalis. Jakarta Kamis 12/11/2020. Foto: Cakrawala/YPJI
ads bukopin

“Semua komunitas kita perhatikan. Saya pikir Jurnalis kan yang membantu kita semua, yang memberikan informasi edukatif. Saya pikir layak juga menerima bantuan. Nggak ada masalah,” tambahnya.

Pihak Kemensos RI juga didampingi oleh Ketua Pembina Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) yang juga Direktur Utama PT CMA, Agus A Mile. Dalam kesempatan itu, YPJI mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah.

“Bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian Jurnalis kepada Jurnalis lainnya. Selain karena banyak Jurnalis yang terkena efek Pandemi Covid-19,” ujar Agus A Mile.

Perwakilan Kementerian Sosial RI dan YPJI saat melakukan pengecekan fisik atas bantuan sosial di Warehouse FMCG JD.ID, Marunda, Bekasi.

Sebelumnya, perwakilan Kementerian Sosial RI dan YPJI juga telah melakukan pengecekan fisik atas bantuan sosial di Warehouse FMCG JD.ID, Marunda, Bekasi.

Sementara, ditemui terpisah di Sekretariat YPJI Minggu (15/11/2020) saat pembagian paket sembako bagi para Jurnalis yang sudah terdaftar dan  berhalangan hadir pada Kamis lalu. Ketua Umum YPJI, Andi Arief mengaku awalnya kesulitan dalam mendata teman-teman jurnalis sehingga kemudian merubah pengajuannya.

Untuk tahap pertama ini, memang tidak semuanya untuk wartawan. Hal ini dikarenakan minta data para wartawan lalu responnya kurang dengan jumlah 700 data wartawan. Sedangkan YPJI mengajukan sampai 5.300 dan bagaimana bisa segera disalurkan. Akhirnya YPJI berinisiatif, untuk teman-teman Jurnalis mencari data warga yang ada di sekitar lokasi mereka. Jadi kami tidak hanya membawa nama jurnalisnya tetapi kepedulian Jurnalis kepada warga sekitar ditempat jurnalis tersebut tinggal.

Secara legal prinsip dari Kemensos tidak ada masalah karena memang pengajuannya begitu. “Untuk Jurnalis dan masyarakat yang berdomisili di wilayah jurnalis tinggal dan disetujui” ujar Andi.

Selanjutnya, Kemensos akan memberikan kembali ke YPJI, dengan sistem pendistribusian yang berbeda. “Dengan sudah cair (didistribusikan) sekarang, saya yakin teman-teman jurnalis kan melihat. Saya memahami karakter teman-teman jurnalis. Sebelum ada biasanya diam dahulu. Setelah ada pembuktian ini, saya berharap teman-teman komunitas jurnalis untuk merapat dan berdiskusi. Saya ingin pembagiannya nanti akan dilakukan oleh masing-masing komunitas jurnalis kepada anggotanya”, ungkap Andi.

Tujuan Andi agar lebih terjalin hubungan yang lebih harmonis di masing-masing komunitas jurnalis dengan anggotanya. Selain itu, YPJI juga berharap masing-masing komunitas jurnalis akan lebih berkolaborasi dengan YPJI.  Bagi para Jurnalis di Jabodetabek yang belum mendatakan dirinya  jangan berkecil hati karena masih akan ada tahap ke-2. Andi juga berharap para Jurnalis nanti mendatakan dirinya pada kegiatan selanjutnya. (sdk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.