Cakrawala News
Portal Berita Online

Kembali Muncul Sensen Sang Nabi Palsu, Ini Langkah Antisipasi Polres Garut

78

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Sensen Komara seorang warga Garut, Jawa Barat ini seakan tidak pernah kapok, padahal telah berurusan berulang kali dengan hukum karena ulahnya menyebarkan ajaran sesat dengan mengajak warga meyakini dirinya sebagai Nabi.

Geliat Sensen Komara  kembali mencuat setelah muncul dan beredarnya  surat pernyataan seorang pegikut nabi dan rasul palsu Sensen Komara. Surat tersebut kembali memicu beragam rekasi masyarakat. Warga mendesak pemerintah segera mengambil tindakan tegas, untuk menghindari adanya bentrokan sosial.

Dian Sahidin, salah satu tokoh agama di Kecamatan Karangpawitan Garut menilai lamban tindakan rehabilitasi gangguan jiwa Sensen yang diamanatkan kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemda Garut, sehingga ajaran sesat Sensen terus menyebar luas di masyarakat Garut.

“Infornya sekarang sudah mencapai 12 ribu di seluruh kecamatan Garut,” kata Dian menanggapi munculnya pernyataan pengikut Sensen Komara tersebut, Jumat (7/12/2018).

Menurutnya sejauh ini Sensen tetap bebas beraktifitas di rumahnya dengan banyak pengikutnya yang berasal dari luar kecamatan Karangpawitan.

“Saya meminta Sensen menyabut pernyataannya yang mengatakan masyarakat Sindangpalay dan Karangpawitan banyak yang menjadi pengikutnya, itu tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Vonis gangguan jiwa yang mewjibkan nabi palsu Sensen melakukan rehabilitasi gangguan jiwa, lanjut Dian tidak sesuai dengan fakta sebenarnya di masyarakat. Hingga kini Sensen terlihat sehat dan masih menjalankan aktifitas agama.

“Masa sakit masih bisa merekrut orang, membuat konsep, bisa memahami alquran, bisa menjelaskan alquran, itu (sakit jiwa) sangat tidak sesuai,” kata dia.

Bahkan saat beberapa perwakila ormas islam mengunjungi kediamannya di desa Sindangpaly, Kecamatan Karangpawitan, nabi palsu Sensen ternyata telah melakukan aktifitas keagamaan di wilayah Kecamatan Pangatikan.

“Tapi kita kita tidak mengikuti ke sana, menghindari sesuatu yang tidak diharapkan, apalagi berkaitan dengan situasi politik kita tetap ingin aman, nyaman tidak terganggu apa-apa,” kata dia.

Dengan kondisi itu, ia berharap pemerintah baik Provinsi maupun Pemda Garut, segera melakukan tindakan untuk menghentikan seluruh aktifitas keagamaan yang disebarkan nabi palsu Sensen. “Ini jelas ada pelanggaran, pertama mengaku nabi dan rasul palsu, kedua dari sisi agamanya melakukan penistaan agama,” kata dia.

Sementara itu Kepolisian telah menerima keluhan tersebut dan langsung  bergerak cepat. Polres Garut langsung melakukan pemeriksaan terhadap Hamdani, warga Caringin, yang membuat surat pengakuan Sensen Komara sebagai Rasul Allah, termasuk anggota keluarganya.

“Sudah (diperiksa). Untuk yang diduga pembuat statemennya berinisial H sudah kita mintai keterangan sebagai saksi,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

Menurut Budi  sejak mencutanya surat pernyataan itu,pihaknya langsung melakukan serangkaian rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Garut.

“Kita sikapi bersama, dari MUI kan mengeluarkan fatwa, dari Pemkab juga segera mengeluarkan Perbup pelarangan aliran itu,” papar dia.

Budi berharap, dengan upaya itu polemik nabi palsu Sensen bisa segera mereda, dan situasi serta kondisi masyarakat Garut kembali tentram untuk menjalankan seluruh aktifitasnya seperti semua. “Terus kita dalami,” kata dia.

Sebelumnya Hamdani dan seluruh anggota keluarganya membuat heboh masyarakat setelah membuat surat pernyataan ke MUI Kecamatan Cringain, atas pengakuan dia dan keluarganya terhadap Sensen Komara sebagai nabi dan Rasul.

Dalam suratny itu, ia mengaku beriman kepada Sensen dan bersedia menyerahkan hartanya bagi Sensen. Akhirnya, untuk meghidari hal yang tidak diinginkn, MUI Kecamatan Caringin, langsung melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

Hingga kini polres Garut dan seluruh Forkopimda Garut, tengah merumuskan hal apa saja yang segera perlu dilakukan untuk menghindari meluasanya gesekan di masyarakat, akibat tingginya penolakan warga terhadap aktifitas nabi dan rasul palse Sensen tersebut.***JMB

Comments are closed.