Cakrawala News
Portal Berita Online

Kemarau,Warga Lereng Slamet Antri Air Berhari-hari

10

 

PEMALANG CAKRAWALA.CO – Warga lereng Gunung Slamet, tepatanya di Desa Batursari Kecamatan Pulosari, Pemalang Jateng, mulai kekurangan air bersih. Hal itu membuat warga harus antri hingga berhari-hari di tempat-tempat penampungan air yang masih mengalir.

Kepala Desa Batursari, Tamat mengatakan, warga mulai kekurangan air sejak sekitar tiga minggu lalu, bahkan tempat penampungan air yang ada stoknya menipis, dengan debit air yang mengalir sangat kecil. Warga terpaksa harus mengantri hingga berhari-hari, demi untuk mendapatkan air bersih. Saat ini air bersih yang tersedia hanya mampu mencukupi sekitar 20 persen kebutuhan warga Batursari.

ads bukopin

“Ada tiga dukuh yang mengalami krisis air bersih paling parah, yaitu dukuh Kacip, Tundagan dan Cemara-3, karena sama sekali tidak ada sumber air” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air setiap hari, sebagian warga harus membeli air bersih pada pedagang air keliling. Saat ini sumber mata air yang masih mengalir, menjadi andalan warga untuk mendapatkan air bersih, walaupun harus rela mengantri hingga tiga hari untuk mendapatkan air tersebut. Air dari sumber yang mengalir debitnya semakin sedikit, sehingga membuat warga merasa bingung, untuk mendapatkan air setelah sumber tidak lagi mengalir.

Satu tandon atau penampungan air dari sumber mata air, digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga dari beberapa RT, sehingga membutuhkan waktu yang lama ketika mengambil air. Namun warga tetap harus mengambil air dan antri, karena untuk memenuhi kebutuhan setiap hari.

Menurut Sriyati, warga Batursari, dirinya harus mengantri untuk mendapatkan air bersih, dan menunggu ember terisi air. Itupun harus diambil lagi dengan menggunakan gayung, untuk mengisi tempat air atau derijen, untuk dibawa pulang ke rumah dengan dipikul.

Untuk mendapatkan satu derijen air harus antri sangat lama bahkan sampai sehari, karena warga lain juga membutuhkan air, dan sumber yang masih mengalir digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan air warga dalam dukuh tersebut. Satu sumber mata air saat ini digunakan oleh warga dari beberapa RT, dengan jumlah KK mencapai puluhan.

“Ini memang sudah biasa dan hampir setiap tahun terjadi, yaitu ketika musim kemarau air sangat sulit didapatkan, sehingga harus irit dan air yang ada digunakan seefisien mungkin supaya kebutuhan lainya bisa terpenuhi,” ungkapnya.(jon-wiwo)

Comments are closed.