Cakrawala News
Portal Berita Online

Keluhan Calon Kepala Desa di Sidoarjo, Jangan “Gantung” Kami Soal Pilkades Serentak

0 828

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) 174 desa di Sidoarjo yang kembali batal hingga lebih dari dua kali mendapat sorotan dari calon kepala desa. Mereka merasa “digantung” serta membuat resah masyarakat ada penundaan dan penundaan lagi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Budiono, SH, M.M, Calon Kepala Desa (Cakedes) Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono. Kita ketahui bersama sempat ada statment dari PLT Bupati Nuh Ahmad Saifuddin Pilkades akan diselengarakan pada Minggu, 20 September.

“Saya selaku peserta calon kades desa Masangan Wetan, berharap dari pemerintah daerah khususnya Kabupaten Sidoarjo. Saya meminta kepastian dan kalaupun ini juga diberlakukan di bulan Desember entah tanggalnya berapa saya lebih senang. Artinya ada kepastian,” ujar Budiono saat dikonfirmasi cakrawala.co.

ads bukopin

Masih dikatakan, Cakedes yang cukup populer di Desa Masangan Wetan, selama ini seperti di gantung, Karena kita butuh kepastian sebab akan memanasi mesin tim pemenangan untuk kegiatan menyapa masyarakat menyampaikan program-program.

“Dalam catatan saya penundaan pertama pada bulan april, karena ada covid, lalu ada surat lagi PLT Bupati Sidoarjo Cak Nur akan digelar September. Kemudian ada edaran dari Mendragi yang tidak boleh mendahului Pilkada karena ini intruksi dari pusat,” ungkap Budiono.

Sementara itu anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, anggota komisi A DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan. Menjelaskan ini merupakan realita yang harus dihadapi dari Mendagri dan ini merupakan status Nasional maka Pilkades harus kesekian kalinya mundur.

“Saya berharap sekali baik Pemerintah Kabupaten, ataupun teman-teman saya yang ada di Komisi A. Kalo memang tanggal 20 September bisa jangan ada pengumuman-penguman kedua persoalan penundaan. Kalo memang dilaksakana di Bulan Desember mungkin kah…? Kalo versi saya berat, penyerapan anggaran di tahun akhir, SPJ yang dibuat olah panitia Pilkades. Dan Pilkada tahapanya sampai di KPU Kabupaten tanggal 17 Desember tahapan terakhir rekapitulasi di KPU,” Ujar Gus Wawan sapaan akrabnya.

Sullamul Hadi Nurmawan menambahkan, kalo saran saya lebih baik di bulan Januari maksimal bulan Februari. “Saya sebagai anggota Komisi A mendesak kepada teman-teman saya yang ada di Komisi A bersama Pemkab. Untuk memastikan tanggal melalui pertimbangan dan analisa yang mateng, jangan sampai terjadi penundaan lagi. Ini harus dipertimbangkan betul, mungkinkan sosial kultur kita dan system kita melaksanakan ini,” Katanya. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.