Cakrawala News
Portal Berita Online

Keluarga Ahli Waris Menyayangkan Pembangunan Patung Gajah Mungkur di Gresik

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Kontroversi landmark patung Gajah Mungkur di Perlimaan Sukorame kota Gresik, Jawa Timur tidak saja pada desainnya yang janggal, namun juga pada proses perencanaan pembangunannya yang tidak melibatkan ahli waris keluarga rumah legendaris Gajah Mungkur sebagai pewaris sah kekayaan intelektual.

Pewaris rumah kuno Gajah Mungkur, Akhmad Choiri saat ditemui di kediamannya, Kamis (16/1/2020) di jalan Nyai Ageng Arem-Arem nomor 38, Kota Gresik itu menanggapi anehnya bangunan replika Gajah Mungkur yang dijadikan landmark tersebut.

Menurutnya, saat pembangunan pihaknya tak pernah dilibatkan. Bahkan, bangunan patung itu terkesan aneh bentuknya dan kurang tepat. “Bentuknya kurang pas, dan Pemkab tidak pernah kulonuwun (permisi, red) kepada kami dari pihak keluarga sebagai ahli waris,” ungkapnya.

Choiri menambahkan, selama ini Pemkab Gresik terkesan mengabaikan kawasan Kemasan sebagai kawasan cagar budaya yang layak dilestarikan.

“Kalau memang mau mengambil landmark dari Gajah Mungkur, selama ini Pemkab sudah tidak ikut merawat. Apalagi di kawasan kemasan ini banyak bangunan rumah-rumah bernilai sejarah,” jelasnya.

Pihak keluarga, kata Choiri tidak pernah mempersulit siapa saja yang ingin menggali kekayaan sejarah dari Gajah Mungkur. “Setidaknya ya ke sini. Saya ini orangnya tidak mau mempersulit yang mudah,” terangnya.(Zen).

%d bloggers like this: