Cakrawala News
Portal Berita Online

Kekerasan di Barat Laut Suriah sudah Mencapai Tingkat ‘Mengerikan’

Suriah. Cakrawala.co – Kepala Urusan Kemaanusiaan PBB (UN Huminatarian Affairs), Mark Lowcock di Suriah mengatakan, “kekerasa di Barat Laut Suriah sudah mencapai tingkat ‘mengerikan’, gencatan senjata hanya satu-satunya pilihan”.

Mark Lowcock juga mengatakan bahwa sejak 1 Desember, sekitar 900.000 orang menjadi korban kekerasan, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. “Mereka trauma dan dipaksa tidur di luar dalam suhu beku karena kamp-kamp penuh,” katanya seperti di lansir dari laman UN News  (news.un.org), Senin (17/02/2020).

“Para ibu membakar plastik untuk menjaga anak-anak tetap hangat” dan “bayi dan anak-anak kecil sekarat karena kedinginan”, kata Mark Lowcock, yang juga Koordinator Bantuan Gawat Darurat PBB (UN Emergency Relief Coordinator).

Pusaran perang proksi yang mematikan dapat mengarah pada “kisah horor kemanusiaan terbesar abad ke-21” kecuali “anggota Dewan Keamanan, dan mereka yang berpengaruh, mengatasi kepentingan individu dan menempatkan kepentingan kolektif dalam kemanusiaan”, tegas Mark Lowcock.

Kilas sembilan tahun

Sejak Maret 2011, Suriah berada dalam pergolakan konflik yang telah memaksa lebih dari separuh penduduk meninggalkan rumah mereka.

Wilayah Idlib – bersama dengan bagian-bagian provinsi tetangga Aleppo dan Pemerintahan Latakia – adalah kubu terakhir kelompok pemberontak dan jihadis yang berusaha menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Wilayah ini adalah rumah bagi sekitar tiga juta orang, setengah dari mereka sudah mengungsi dari bagian lain negara itu.

Agresi terbaru

Serangan yang dimulai akhir tahun lalu telah menyebabkan gelombang perpindahan orang terbesar sejak konflik meletus menyusul penindasan demonstrasi yang menuntut perubahan rezim.

“Kekerasan di barat laut Suriah tidak pandang bulu,” kata Mark Lowcock, melukiskan gambaran mengerikan tentang peralatan dan fasilitas pekerja bantuan yang dirusak ketika para pekerja kemanusiaan sendiri dipindahkan dan dibunuh.

Terlepas dari fasilitas kesehatan, sekolah, daerah perumahan, masjid dan pasar terkena serangan, katanya, sekolah telah diliburkan dan banyak fasilitas kesehatan ditutup.

Selain itu, ada risiko serius wabah penyakit karena infrastruktur dasar hancur berantakan.

“Kami sekarang menerima laporan bahwa permukiman untuk orang-orang terlantar terkena dampaknya, yang mengakibatkan kematian, cedera, dan pemindahan lebih lanjut,” kata Mark Lowcock.

Meskipun operasi bantuan kemanusiaan besar-besaran di seberang perbatasan dari Turki sedang berlangsung, ia mengaku “kewalahan”. “Satu-satunya pilihan adalah gencatan senjata”, simpul Kepala Urusan Kemanusiaan PBB. (sdk)

%d bloggers like this: