Cakrawala News
Portal Berita Online

Kejari Kota Malang : “Sengketa Harta Gono Gini Masuk Dalam Kasus Perdata, Soal Mafia Tanahnya Tidak Terbukti ”

0 213

MALANG, CAKRAWALA.CO – Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Eko Budisusanto mengatakan, bahwa laporan dugaan mafia tanah yang sempat heboh di media sosial itu juga masuk di Kejari. Setelah mendapat laporan mereka langsung mengumpulkan data. Kejari Kota Malang juga telah bertemu dengan Valentina dan Gladys Adipranoto untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah mendengarkan laporan mafia tanah dari ibu Valentin kita lakukan pengumpulan bahan keterangan. Terhadap Valentin dan Gladys. Hasil dari wawancara dengan pelapor dan pengumpulan data lain pihak yang terkait belum ditemukan ada indikasi dugaan mafian tanah,” tutur Eko.

Eko mengatakan, bahwa sampai saat ini dirinya juga tidak menemukan dugaan mafia tanah seperti yang dilaporkan. Sejauh ini hasil pengumpulan keterangan bahwa kasus ini adalah sengketa harta gono gini yang masuk dalam kasus perdata dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Dikarenakan perkara ini masih masuk ranah keperdataan. Yaitu sengketa harta gono gini antara bu Valentin dan dokter Hardi. Yang mana dalam keperdataan mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah. Belum dapat ditingkatkan ke penyidikan dan penyelidikan. Jadi kita terima saja laporannya ternyata ini keperdataan. Belum bisa ditindak lanjuti soal mafia tanahnya,” tandas Eko.

Sementara itu, secara terpisah saat dikonfirmasi pihak Polresta Malang Kota menghentikan laporan kasus dugaan mafia tanah oleh Gina Gratiana. Mereka memastikan kasus lelang rumah di Perumahan Pahlawan Trip Taman Ijen nomor B6 dan B7 merupakan kasus aset harta gono gini antara mendiang Hardi Soetanto dan mantan istrinya Valentina Linawati.

Sebelumnya, Polresta Malang Kota mendapat pelimpahan perkara dari Polda Jatim pada (13/01/2022) lalu tentang perkara dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan memberikan keterangan palsu pada akta autentik Pasal 263 KUHP dan 264 KUHP. Polresta Malang Kota pun langsung melakukan tindakan lebih lanjut atas perkara tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yuda Riambodo mengatakan, alasan penghentian kasus ini karena tidak cukup bukti dugaan mafia tanah. Polresta Malang Kota telah melakukan gelar perkara dan tidak terbukti soal dugaan mafia tanah.

“Kita hentikan karena memang sudah sesuai prosedur, tidak terbukti adanya dugaan mafia tanah. Setelah kita lakukan pemeriksaan dan gelar perkara ternyata tidak terbukti soal dugaan mafia tanah ya sudah kita hentikan,” kata Tinton. (Gastan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.