Cakrawala News
Portal Berita Online

Kejaksaan Situbondo Sidak Harga Obat, Temukan Apotik Nakal Naikkan Harga Obat Dua Kali Lipat

0 193

SITUBONDO JAWA TIMUR CAKRAWALA, CO ; Aksi mencari untung di tengah tingginya kebutuhan obat COVID 19 dilakukan sejumlah Apotek di Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur. Sejak pertengahan bulan Juli Apotek menaikkan  harga Obat- obatan hingga dua kali lipat. kondisi ini pun dikeluhkan warga namun mereka tak ada pilihan karena sulitnya mendapatkan obat. Pihak Kejaksaan Negeri Situbondo yang melakukan SIDAK pun menemukan Apotek menjual obat di atas Harga Eceran Tertinggi ( HET) yang dipatok Pemerintah. Selasa (27 juli 2021).

Adu mulut petugas Inteligen Kejaksaan Negeri Situbondo Jawa Timur dengan pemilik Apotek ini tak terhindarkan saat ditemukan sejumlah obat yang dibeli warga yang harganya naik melebihi HET Pemerintah. Pemilik Apotek berdalih belum sempat mengecek harga HET di kemasan karena barang baru datang. Namun setelah didesak iapun mengakui harga Obat dinaikkan. Kenaikan harga Obat-obatan terutama yang berkaitan dengan gejala Covid 19 dirasakan warga Situbondo terjadi hampir di seluruh Apotek.

Kenaikan harga obat pun mencapai dua kali lipat dari harga sebelum Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) DARURAT yang lalu. Harga Obat penurun Panas, Flu, Antibiotik hingga Antivirus pun dirasa warga cukup mahal, namun/ warga pun pasrah untuk membelinya lantaran sulit ditemukan di Apotek lain ujar Nihwati dengan pasrah.

Dalam razia ini petugas Inteligen Kejaksaan Negeri  Situbondo juga mendapati Obat Antivirus dijual 8 Ribu hingga 10 Ribu per Pil dari harga Normal 7. 500 Rupiah, sementara Harga Obat Panas yang biasanya hanya 1.500 Rupiah per Tablet dijual hingga 4 Ribu Rupiah.

Kasi Inteligen Kejaksaan Negeri Situbondo Laofika S.H, Menuturkan selain mahal, ketersediaan Obat-obatan gejala Covid juga sulit didapat di apotek. Obat Antivirus dan juga Antibiotik Virus juga masih belum banyak tersedia di sejumlah Apotek Situbondo. Pihaknya akan terus memantau Stok dan harga Obat karena rentan dijadikan kesempatan bagi Apotek nakal untuk menaikkan harga tak wajar dan mendapat untung dengan memanfaatkan dalam Wabah Pandemi ini, Tegas Kasi Intel Laofika ,S.H,  ( JATIM 1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.