Cakrawala News
Portal Berita Online

Kejagung Periksa 80 Saksi dalam Kasus Korupsi Asuransi Jiwasraya

Jakarta, Cakrawala.co – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) hari ini dijadwalkan memeriksa 7 (tujuh) orang saksi ke Gedung Bundar dalam pemeriksaan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merugikan negara Rp. 13,7 Triliun. Total saksi yang sudah diperiksa Kejagung RI sampai dengan hari ini mencapai 80 orang saksi.

Ketujuh orang tersebut adalah Goklas AR Tambunan sebagai Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 (tiga) Bursa Efek Indonesia, Vera Florida sebagai Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 (dua) Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy sebagai Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia, Adi Pratomo Aryanto sebagai Kepala Divisi Perusahaan 1 (satu) Bursa Efek Indonesia, Endra Febri Setyawan sebagai Kepala Unit Pemeriksaan Transaksi Bursa Efek Indonesia, Lies Lilia Jamin sebagai Mantan Direktur PT. OSO Manajemen Investasi, dan Syahmirwan, SE. sebagaimana dikatakan oleh Hari Setiyono, SH, M.H., Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung kepada wartawan Cakrawala.co Aulia Assidik Senin, (13/01/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya (18/12/2019), kasus ini bermula dari adanya laporan yang berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN), Rini M. Soemarno bernomor: SR–789/MBU/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero). Kemudian ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT–33/F.2/Fd.2/12/2019 tanggal 17 Desember 2019. Penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti, dengan bukti itu akan membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) diduga melakukan penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), yakni terkait dengan pengelolaan dana melalui program asuransi JS Saving Plan. Akibat transaksi – transaksi tersebut, sampai dengan bulan Agustus 2019 Pt. Asuransi Jiwasraya (Persero) menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp. 13,7 Triliun. (sdk)

%d bloggers like this: