Cakrawala News
Portal Berita Online

Kedua Matanya Buta Pasca Operasi,Penjual Soto Gugat RS Mata Solo Rp 10 Miliar

SOLO CAKRAWALA.CO,-Merasa menjadi korban malpraktik,karena kedua matanya buta pasca operasi,Seorang penjual soto Lamongan asal Malangjiwan RT 05 RW 02, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kastur (65), menggugat RS Mata Solo ke Pengadilan Negeri Surakarta.

 

Ditemui di kantor Pengadilan Negri Surakarta.selasa(26/11/19) siang. Kastur pria berusia 65 tahun,warga Malangjiwan Rt 05 Rw 02, Kecamatan Colomadu,Karanganyar,Jawa tengah.tampak duduk di kursi roda dengan menggunakan kaca mata hitam dengan didampingi keluarga dan kuasa hukumnya.Gugatan kepada RS Mata Solo ini dilakukan Kastur lantaran dirinya merasa menjadi korban malpraktik rumah sakit tersebut, hingga kedua matanya tidak bisa melihat.Kebutaan yang dialami Kastur sendiri sudah hampir 3 tahun .Awalnya Kastur hanya memiliki keluhan sulit membaca berita pada teks berjalan di TV.

Kastur kemudian ke RS Mata Solo untuk dibuatkan kacamata.yang menurut kastur kacamata bisa membantu mengurangi keluhannya tersebut

Namun, setelah Kastur diperiksa, dokter berinisial RH berkata lain. Kastur diminta melakukan operasi karena menurut RH Kastur mengalami katarak parah pada mata kanannya.
pasca operasi Kastur tiap bulan kontrol ke RS Mata tersebut.

Pada Januari 2017, dokter kembali memvonis Kastur mengalami katarak. Kali ini pada mata kirinya. Dia pun diminta kembali melakukan operasi agar kataraknya hilang.namun operasi yang kedua ini dirsa Kastur lebih sakit dari pada operasi yang pertama, namun setelah operasi yang kedua tersebut mata Kastur bisa melihat dengan jernih,” katanya.

Namun lama kelamaan matanya menjadi buram,empat pekan pascaoperasi, matanya menjadi buta. Hingga kini, Kastur harus memakai kacamata hitam untuk menutupi matanya yang buta.Kastur sempat dirujuk ke RSUP dr Kariadi, Semarang. Dokter bilang ibarat kaca mobil, kornea mata Kastur sudah penuh goresan dan dalam.kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta, dengan biaya Rp 30 juta,per kornea, dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan.Karena buta dan tidak bisa melihat Kastur tidak bisa bekerja lagi, dan menggugat RS Mata Solo.

Tonton Vedeo Berikut:

 

 

Kuasa hukum Kastur, Bekti Pribadi, mengatakan kliennya pernah mendapatkan tali asih sebesar Rp 75 juta dari RS Mata Solo. Uang tersebut dipakai untuk ganti rugi kornea yang rusak dan biaya transportasi.
Namun, karena selama buta Kastur tak bekerja, dia menanggung biaya hidup dengan cara berutang. Uang tali asih dari RS itu akhirnya dipakai untuk melunasi utang-utangnya.Bekti menambahkan, yang digugat kita Adadalah kerugian materi, Pak Kastur tidak bisa bekerja selama tiga tahun dengan rincian pemasukan Pak Kastur sehari itu 600 ribu, jadi kita hitung kerugian materialnya Rp 570 juta. Sedangkan kerugian imaterialnya kita hitung Rp 10 miliar. selain menggugat secara perdata pihaknya juga melakukan pelaporan ke Polresta Solo pada mei 2019 dengan dugaan malapraktek.”ungkapnya.

 

Sementara itu, salah satu Kuasa hukum RS Mata Solo,Danang Parmanto.mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses hukum yang ada.”Kasus perdata dan pidana saya yang ikut mengawal,” terangnya, Selasa (26/11/2019).kliennya juga sudah memenuhi panggilan pihak kepolisian beberapa waktu lalu,” kata Danang.Saat memenuhi panggilan tersebut kliennya diperiksa terkait prosedur pemeriksaan pada Kastur,” katanya…(AgB)

%d bloggers like this: