Cakrawala News
Portal Berita Online

Kecerdasan Anies Baswedan Memimpin DKI Jakarta

0

Kecerdasan Anies Baswedan Memimpin DKI Jakarta

Penulis : Ammar Fayyat
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia

Terlepas dari seorang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merupakan sesosok pemimpin yang memiliki keunikan dalam memimpin sesuatu baik keluarganya maupun DKI Jakarta itu sendiri.

Gaya kepemimpinan Anies cenderung menarik perhatian banyak orang baik itu penduduk DKI Jakarta maupun internasional karena banyaknya prestasi serta keefektifan dalam mengelola Ibu kota negara menjadi lebih baik.

Tumbuh di lingkungan yang terpelajar, membuat Anies jatuh cinta terhadap hal-hal yang berbau akademik. Beliau berhasil mendapatkan gelar S1 nya di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada atau yang biasa disebut UGM.

Tidak berhenti memperkaya dirinya dengan pendidikan, beliau melanjutkan pendidikan S2 nya di University of Maryland, School of Public Policy, College Park, Amerika Serikat dan mengambil gelar doktornya di Nothern Illinois University, Department of Political Science, Dekalb, Illnois, Amerika Serikat. Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa seorang Anies Baswedan merupakan sesosok pemimpin yang berpendidikan dan memiliki gaya kepemimpinan yang lebih akademis dan intelektual.

Adanya gaya komunikasi yang tenang dan jelas membuat Anies Baswedan diterima oleh masyarakat DKI Jakarta. Adanya sebuah kepemimpinan yang santai namun tegas membuat masyarakat disekitarnya tergiring untuk menerima apa yang disampaikan oleh pemimpin setempat. Dengan memiliki karismatik dan citra yang baik, Anies Baswedan lebih mudah untuk mempersuasi para pendukungnya serta masyarakat DKI Jakarta untuk ikut berkontribusi dalam melancarkan program-program kerja pemerintah.

Dalam menjadi seorang pemimpin adanya komunikasi yang baik merupakan kunci keberhasilan dari sebuah pemerintahan, itulah yang dimiliki Anies Baswedan. Dengan latar belakang akademisi yang beliau miliki membuat beliau semakin ahli dalam berbicara dan beretorika. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Gary Yukl (2013), Anies Baswedan merupakan sesosok pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan yang partisipatif, dengan adanya beliau turun ke jalan, mendorong masyarakat, dan ikut berkontribusi dalam membenahi permasalahan di Jakarta membuat Anies Baswedan merupakan sesosok pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan partisipatif.

Setelah membahas gaya kepemimpinan perlu kita ketahui adanya sebuah gaya kepemimpinan pasti akan selalu diiringi dengan pendekatan kepemimpinan yang baik. Membahas pendekatan kepemimpinan, pendekatan yang bapak Anies tawarkan kepada masyarakat DKI Jakarta ada dua yang diantaranya pendekatan yang berintegrasi dan pendekatan situasional. Pendekatan berintegrasi disini adalah pendekatan yang didasari dengan perilaku dan sesuai dengan apa yang semestinya seperti penarikan izin usaha yang melanggar aturan, adanya penutupan tempat prostitusi, dan lain-lain.

Sedangkan pendekatan situasional adalah pendekatan yang sedang kita alami saat ini dimasa pandemic covid-19 dimana beliau memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau yang biasa kita kenal dengan PPKM guna memperlambat dan mencegah penyebaran virus covid-19. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya sebuah gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat berpengaruh dalam keberhasilan mereka dalam memimpin sebuah hal.

Adanya pemimpin yang akademis membuat gaya kepemimpinan yang ia bawa menjadi lebih intelektual, adanya pemimpin yang berlatar belakang militer membuat gaya kepemimpinan yang ia bawa lebih tegas semua hal tersebut balik lagi kepada individunya bagaimana mereka ingin memimpin sebuah hal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.