Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Kecanduan Game Online, Anak Panti Asuhan Curi Uang Hingga 102 Juta Rupiah

0 881

Madiun, Cakrawala.co – Tak patut ditiru, dua pelajar SD dan SMK yang salah satunya adalah anak panti, Panti Asuhan Siti Hajar, Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri -Kabupaten Madiun, nekat mencuri uang panti mencapai Rp.102 juta untuk membeli sepeda motor, handphone dan bermain game online.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Ryan Wira Raja Pratama, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Kedua pelaku berinisial MY (13) anak Panti Asuhan Siti Hajar dan DN (17) warga sekitar panti. AKP Ryan mengatakan, mereka melakukan aksi pencurian ini sebanyak 10 kali dalam kurun waktu tahun 2019 hingga 2021.

“Jadi jumlah total kerugian mencapai seratus dua juta rupiah. Jumlah tersebut akumulasi dari sepuluh kali aksi pencurian yang dilakukan oleh kedua pelaku, yang salah satunya adalah penghuni Panti Asuhan Siti Hajar,” kata Kasat Reskrim, Sabtu (7/8/2021).

AKP Ryan menyebut, MY berperan sebagai eksekutor, yakni mengambil sejumlah uang dari panti untuk kemudian dititipkan kepada DN. Aksinya ini dilakukan usai penghuni panti melaksanakan sholat maghrib berjamaah, yakni pada saat anak-anak panti lain dan pangasuhnya melakukan wirid dan doa-doa.

“Biasanya, setelah sholat maghrib kan mereka melakukan wirid dan doa-doa. Nah, di saat inilah waktu yang digunakan MY untuk melakukan aksinya, dengan menuju ke ruangan tempat menyimpan uang, kemudian mengambil sejumlah uang, lalu dititipkan kepada DN. Baru keesokan harinya, uang tersebut dibelanjakan,” terang Ryan.

Diungkapkan Ryan, kenapa kejadian pencurian ini baru dilaporkan sekarang, karena menurutnya kemungkinan awalnya pengurus panti tidak menyadari bahwa uangnya hilang. Berawal dari kedua pelaku yang mendaftar sebuah perguruan pencak silat Pandan Alas. Dimana saat akan menjadi warga perguruan, ada sesi pengakuan kesalahan. Disanalah keduanya mengakui, pernah melakukan tindakan pencurian di Panti Asuhan tersebut.

“Awal terungkapnya, karena kedua pelaku ini mendaftar menjadi warga perguruan pencak silat Pandan Alas. Dimana disana ada sesi pengakuan kesalahan yang pernah dilakukan. Keduanya mengaku mencuri uang panti, kemudian diberitahukanlah hal tersebut kepada pihak panti,” tutur mantan Kasat Reskrim Polres Magetan ini.

Selanjutnya, karena kedua pelaku masih dibawah umur, maka proses hukum disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku. Keduanya saat ini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Madiun. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.