Kecamatan Selaawi Terima 30 Mahasiswa dari Tiga Negara Dalami Potensi Lokal

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Sebanyak 30 orang mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang berasal dari tiga negara, Indonesia, Thailand dan Filipina, mendapat sambutan hangat dengan pementasan kesenian tradisional khas kecamatan penghasil bambu yakni kecamatan Selaawi Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Komunitas warga  masyarakat Selaawi sengaja mempersembahkan pentas seni budaya dihadapan para mahasiswa tersebut karena misi mereka datang  untuk mempelajari budaya, adat istiadat hingga potensi lokal warga masyarakat kecamatan Selaawi tersebut.

“Hingga 9 hari ke depan mereka akan berada di sini bersama kami untuk mendalami segala potensi yang ada di Selaawi,”Kata Ridwan  Effendi Camat Kecamatan Selaawi saat menyambut para mahasiswa tersebut, Rabu (26/6/2019).

Menurut Ridwan sebagai daerah dengan kategori Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih belum cukup baik, pihaknya terus mencari formulasi yang  tepat bagaimana dapat mengembangkan potensi lokal yang ada.

“harapan kami kehadiran mereka dapat membantu memompa itu. Sesuai kebutuhan dan kondisi potensi di masyarakat, kami telah memiliki data potensi untuk mendapatkan perhatian dalam program itu,salah satunya adalah bambu kreatif, karena potensinya yang melimpah,” ungkapnya.

Ia menambahkan sejalan dengan itu maka potensi sektor pariwisata di beberapa desa di kecamatan Selaawi akan menjadi prioritas pengembangan agar mampu mendongkrak kunjungan wisata setiap tahunnya.

“kami memiliki program one village one turis destinatioan, satu desa satu kawasan wisata, disamping pengembangan sektor pertanian holtikultura mulai jahe, kunyit, jagung, karena semua potensi itu sangat melimpah di daerah kami, termasuk sektor peternakan. Saat ini, potensi sapi potong di kecamatan Selaawi, cukup melimpah dan merupakan salah satu populasi sapi terpadat di Garut.”ujarnya.

Ridwan menegaskan bahwa konsen pihaknya saat ini  bagimana semua potensi itu dapat diolah, dikemas dengan baik untuk kebutuhan lokal, regional Jawa barat hingga akses global, sehingga bisa memberikan sinergitas secara multinasional.

“Maka dalam penjajakan komunikasi awal dengan pihak kampus, ada beberapa fakultas Unpar yang menunjukan ketertarikan menggarap potensi yang ada di kami,”katanya.

Sementara itu Fernando Mulia, Ketua Panitia Seed Unpar 2019, mengatakan keberadaan mahasiswa lintas negara di kecamatan Selaawi, merupakan tugas mahasiswa dalam menjalankan program internasional kampus melalui Social Enterprise for Economic Development (SEED).

“mereka akan melakukan interaksi, penelitian langsung (on-site) dengan warga, sebagai dasar mengembangkan usulan, berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebutr bersifat wajib. Selain memberikan praktek lapangan yang praktis bagi mahasiswa, juga merupakan bentuk keterlibatan Unpar sebagai anggota pada ASEAN Learning Network (ALN).

“Keunikan program itu terletak pada keberagaman kemudian dituangkan dalam malam kebudayaan,” kata dia

Para mahasiswa ini lanjut Fernando selama 9 hari itu mereka akan berbaur bersama masyarakat, menggali potensi lokal masyarakat Selaawi, mulai sektor seni budaya, hingga ekonomi masyarakat.
“Mereka juga akan menampilakan kenian dan kebudayaan dari negaranya masing-masing, sehingga diharapkan  ada akulturasi positif sektor budaya bagi masyarakat, jadi apa yang mereka pelajari secara kontekstual di kelas, kemudian diterapkan di lapangan tentu konteknya berbeda,” imbuhnya.

fernando menambahkan jika para mahasiswa itu tanpa tersekat budaya lokal masyarakat, mereka yang terbagi dalam beberapa kelompok itu, akan menggali dan mengumpulkan data, mencari persoalan hingga solusi tepat yang akan diberikan.

“Sampai pada satu tahap, apakah solusi ini bisa diterapkan atau tidak, nanti diakhiri dengan presentasi akhir,” tukasnya.***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: