Cakrawala News
Portal Berita Online

Kebakaran Lumat Dua Bangunan Rumah Warga di Garut

0 73

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – – Peristiwa kebakaran kembali terjadi, dua bangunan rumah milik Ujang (50) warga Kampung Cigedung, Desa Nanjung Jaya Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut, Jawa Barat ludes dilalap api, Jumat (28/8/2020).

Kobarab api diduga berasal dari tungku api bekasa memasak yang lupa dimatikan. Akibatnya bangunan rumah 6 x 5 meter persegi, berikut rumah milik Aan (55) dengan ukuran 8×7 meter ikut hangus terbakar.

Tim Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kecamatan Limbangan, langsung menuju lokasi kejadian, dibantu forkopimcam, Polsek Cibatu, Koramil dan masyarakat setempat, berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 18.06 WIB.

ads bukopin

Kepala UPT Disdamkar Limbangan Syam Sumaryana menuturkan, api berasal dari rumah panggung milik Ujang.

” bermula dari sisa pembakaran di tungku usai memasak, rumah ditinggal kosong karena pemiliknya pergi ke sawah, sehingga terjadi kebakaran.”kata Sumaryana.

Menurutnya api dari tungku langsung merembet ke dinding dapur yang terbuat dari anyaman bambu dan kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, sehingga merembet ke rumah yang berdampingan disampingnya.

Ia menambahkan para tetangga yang mengetahui kejadian itu, melihat kepulan asap membungbung dari rumah Ujang, langsung berusaha memadamkan api.

“mereka menghubungi Disdamkar melalui call center 113 UPT Limbangan. Beruntung dalam musibah kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka,”ujarnya.

Sementara itu untuk kerugian materi ditaksir sekitar Rp 150 juta rupiah, sedangkan korban untuk sementara mengungsi ke kerabatnya.

Kepala Disdamkar Garut, Aah Anwar, melaporkan dalam sepekan ini (sejak 20 hingga 28 Agustus) ada 5 kali kejadian peristiwa kebakaran, 2 kali di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, dan 1 kali masing-masing di wilayah Limbangan, Pameungpeuk, dan Kersamanah.

Pihaknya kembali menghimbau, beberapa hal yang mestinya menjadi perhatian warga masyarakat, diminta untuk memastikan api pada tungku sudah benar-benar padam setelah selesai memasak, serta berhati-hati ketika memasak menggunakan tungku.

“Masyarakat kami himbau agar tidak membuang puntung rokok dan membakar sampah di sembarangan tempat yang bisa memicu terjadinya kebakaran.”katanya.

Jaringan listrik, lanjut Aah, juga harus harus menjadi perhatian masyarakat di musim kemarau.

“memastikan bila jaringan listrik di rumah benar-benar aman serta jauh dari risiko korsleting, apalagi anginnya agak besar serta bisa menyebarkan api dengan mudah.”paparnya.

Aah menambahkan intensitas terjadinya kebakaran tidak selalu berbanding lurus atau dipengaruhi oleh musim dengan asumsi musim kemarau Iebih tinggi, namun terkadang musim hujan pun sering terjadi musibah kebakaran melebihi musim kemarau.

“Musibah kebakaran terjadi akibat hal yang tidak diduga dan tidak kelihatan, semisal, kecelakaan, kesalahan mekanik, tidak disiplin, sabotase dan ketidak pedulian.”imbuhnya.

Aah juha menegaskan ke enam hal yang ia sebutkan tidak berbanding lurus dengan musim.

“Oleh karenanya yang harus dilakukan oleh masyarakat yaitu berupaya meningkatkan Sistem Ketahanan Kebakaran Lingkungan (SKKL) dengan cara meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat,” . ujarnya.

Aah mencontohkan, bentuk partisipasi itu melalui forum-forum, dan majelis taklim di mesjid-mesjid mendiseminasikan tentang proteksi kebakaran.

“Masyarakat diupayakan menyiapkan kantong-kantong atau sumber air dan drafting point (pemipaan) dalam rangka kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran,” pungkasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.