Cakrawala News
Portal Berita Online

Catatan Deny Hendrawati: Keadilan Ekonomi Makin Dekat (1)

1 525

Redaksi: Pemerhati keuangan syariah, Deny Hendrawati memberikan satu catatan penting agar RUU Ekonomi Syariah segera jadi Undang-undang, karena UU inilah yang diharapkan mampu menjadi landasan terwujudnya keadilan ekonomi nasional dan menjadi landasan bagi terwujudnya Indonesia sebagai pusat halal dunia. Deny Hendrawati, yang kini meneruskan kepeduliannya pada pembinaan UMKM dan koperasi syariah, adalah mantan Direktur Utama Bank Syariah. Dulu ia pernah diterpa isu hukum, tetapi semua tuduhan itu tidak terbukti.

 

Masyarakat pendamba keadilan ekonomi nasional pantas bersyukur ketika Rancangan Undang-undang Ekonomi Syariah sudah sampai di DPR, bahkan saat ini sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2022. Artinya RUU tersebut dijadwalkan dibahas dalam masa sidang tahun 2022.

Deny Hendrawati menilai perjuangan Fraksi PKS dan juga Komisi XI DPR RI yang mendorong RUU Ekonomi Syariah masuk Prolegnas tahun 2022 patut diapresiasi. RUU ini merupakan angin segar di tengah gencarnya isu tentang ketidakadilan ekonomi yang muncul dari UU KUP (Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) .

Sebelumnya anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan, perjuangan panjang RUU Ekonomi Syariah diharapkan dapat menjadi payung atas undang-undang bernafaskan Syariah yang sudah dikeluarkan. Seperti halnya UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, dan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Selain menjadi payung, RUU Ekonomi Syariah ini juga berfungsi untuk memunculkan undang-undang lain yang dapat mengharmoniskan fungsi sosial keuangan Islam lainnya.

Secara lebih rinci, dari draf awal yang beredar sebagaimana diberitakan Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), RUU Ekonomi Syariah nantinya akan mengatur bentuk badan hukum, lembaga pengawas/regulator, batasan-batasan bagi pelaku usaha, standarisasi akad hingga mekanisme penyelesaian sengketa.

Berbagai sektor ekonomi syariah akan diintegrasikan, dengan cara mendorong peran keuangan syariah dalam pengembangan industri halal, integrasi social finance dan commercial finance, dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah. Selanjutnya, RUU Ekonomi Syariah dimaksudkan untuk memperbesar dampak sosial-ekonomi dari ekonomi syariah, dengan mendorong dampak ekonomi syariah terhadap penciptaan lapangan kerja, penanggulangan kemiskinan dan peran UMKM.

Satu hal lagi, RUU Ekonomi Syariah juga bermaksud memberikan insentif fiskal dan non-fiskal, dalam rangka mendorong kesamaan level of playing field untuk ekonomi syariah. Yang tidak kalah pentingnya, RUU ini ingin memperkuat koordinasi pengembangan ekonomi syariah dengan pembentukan koordinator pengembangan ekonomi syariah nasional. (bersambung)

 

Catatan Deny Hendrawati (2)

UU Ekonomi Syariah Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Leave A Reply

Your email address will not be published.

1 Comment
  1. Dewan Redaksi says

    Catatan yang mencerahkan

Leave A Reply

Your email address will not be published.