Cakrawala News
Portal Berita Online

KB Bukopin, Konsisten Lanjutkan Transformasi di New Normal

0 256

JAKARTA, CAKRAWALA.CO – Lebih satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi telah menyebabkan krisis di berbagai bidang. Hal ini  telah  membuat  masyarakat  harus  terbiasa  dengan  banyak  kebiasaan  baru  (new  normal). Dimana berjarak menjadi sesuatu yang biasa dalam interaksi.

Sebagai  bagian  dari  industri  perbankan,  KB  Bukopin  berusaha  merekonstruksi  bisnis  setelah mengalami perubahan pengendalian dan sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19. Setelah resmi menyandang nama baru pasca pengumuman publik 23 Februari 2021, KB Bukopin terus melakukan pembenahan dan inovasi guna mencapai target besar di 2025. Tentu saja hal ini  didukung  penuh  oleh  Pemegang  Saham  Pengendali,  KB  Kookmin  Bank  dan  ultimate shareholder KB Financial Group.

“Sebetulnya  momen  krisis  di  tahun  2020  menjadi  momentum  tepat  bagi  kami  melakukan transformasi  secara  total,”  jelas  Rivan  Purwantono,  Presiden  Direktur  KB  Bukopin,  di  Jakarta. “KB  Bukopin  sedang  melakukan  penyesuaian  strategi  pasca  KB  Kookmin  Bank  resmi  menjadi PSP  dengan  kepemilikan  mayoritas  67%  pada  September  2020.  Perbaikan  kita  lakukan  di seluruh lini, seluruh manajemen dan karyawan terlibat dan memegang peranan penting dalam transformasi  ini,  belum  lagi  kita  juga  didampingi  tim  KB  Kookmin  Bank  yang  membantu penerapan standar grup KB,” sehingga ke depannya kita menjadi jauh lebih kuat,” ujar Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono, Jumat 30 April 2021.

Transformasi Perseroan tentunya membutuhkan waktu dan belum sepenuhnya tercermin dalam laporan  keuangan  audit  Desember  2020  dan  interim  Maret  2021  yang  dirilis  hari  ini.  Rivan menjelaskan, bahwa penurunan aset dan koreksi pada kinerja, selain dampak dari pandemi juga disebabkan  krisis  “infodemi”  atau  banyaknya  hoax  dan  pemberitaan  negatif  yang  terjadi  mulai Maret 2020, hampir bersamaan dengan masuknya Covid-19 di Indonesia.”Ini adalah titik terendah bagi kami, begitu banyak hantaman yang kami hadapi, tapi dengan kokoh bersama mengatasi berbagai tantangan dan memulihkan kepercayaan masyarakat, kami akan kembali bangkit lebih kuat. Memasuki tahun 2021 kondisi ini sudah membaik, dan transformasi yang dilakukan sudah on track dan sesuai dengan business plan yang telah dirancang hingga 2025.” tambahnya.

Terkait  kinerja  keuangan  Rivan  menjelaskan  pelambatan  bisnis  di  KB  Bukopin  pun  tidak  bisa dihindari  karena  terdampak  pandemi  Covid-19.  Restrukturisasi  kredit  tercatat  mencapai  Rp  24 triliun,  sekitar  30%  dari  total  kredit  yang  disalurkan  bank.  Dalam  kondisi  penuh  kehati-hatian tersebut,  Perseroan  memilih  fokus  pada  perbaikan  aset  eksisting  dan  sangat  selektif  dalam penyaluran kredit, Kondisi tersebut menurut Rivan, berdampak pada total asset yang secara year on year terjadi penurunan sekitar 19%.

Dari  sisi  profitabilitas,  Perseroan  melanjutkan  komitmen  mitigasi  risiko  kredit  sehingga pembentukan CKPN ditingkatkan hingga mencapai Rp 4,7 triliun atau naik 175% dibandingkan

Desember 2019. Hal ini berdampak pada penurunan CAR, namun demikian penguatan modal sudah  menjadi  komitmen  dari  Pemegang  Saham  Pengendali  –  KB  Kookmin  Bank.  Selain publikasi  Laporan  Keuangan  Audit  2020  dan  Interim  Maret  2021,  Perseroan  hari  ini  juga mempublikasikan Laporan Keuangan Induk Usaha yaitu KB Kookmin Bank.

Perseroan telah mencapai beberapa milestone perbaikan dan recovery lebih lanjut di tahun 2021. Diantaranya peningkatan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih rendah, sedangkan BOPO secara year to date turun. Naiknya dana pihak ketiga didominasi dengan sentimen positif dari lini Korean Desk yang pada posisi Maret 2021 telah mencapai Rp 2,4 triliun dan ditargetkan terus tumbuh untuk memperkaya diversifikasi nasabah KB Bukopin.

Seperti diketahui, transformasi dimulai sejak September 2020 lalu dengan berbagai inisiatif dan inovasi  yang  membantu  recovery  dan  improvement  berbagai  aspek  Perseroan.  Di  sisi  bisnis, misalnya, KB Bukopin telah menjalankan strategi Good Bank yang fokus pada perluasan bisnis dengan kualitas aset yang baik dan stabil, seperti kredit pensiunan, strategic partnership untuk memperluas bisnis retail untuk produk KPR, multifinance, credit card, payroll, termasuk perluasan market ke Korean link business, dan lainnya. Terkait kesiapan digital banking, Perseroan tengah mematangkan strategi jangka pendek seperti integrasi aplikasi Wokee dengan tabungan Siaga, pengaktifan  QR  code,  simplikasi  proses  KYC,  cardless  withdrawal,  dan  lainnya.  Sedangkan transformasi  digital  untuk  jangka  panjang  dilanjutkan  hingga  KB  Bukopin  memiliki  sistem  yang canggih dan cepat seperti halnya KB Kookmin Bank, yang sistem IT nya dikembangkan sendiri dan akan diadaptasi oleh Perseroan.

“Transformasi total ini terus berlanjut dengan dilakukan bersama manajemen dan karyawan KB Bukopin,  dan  kami  terus  melakukan  inovasi  untuk  percepatan  perbaikan  kinerja.  Dengan semangat ini, kami percaya kami bisa menjadi Bintang Finansial Indonesia.” Tutup Rivan. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.