Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Kaukus Perempuan Parlemen DIY Terus Suarakan Kesetaraan Gender

Ads Webinar Cakrawala
0 1

JOGJAKARTA CAKRAWALA.CO – Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Istimewa Yogyakarta tak henti – hentinya memperjuangkan keseteraan gender. Berbagai macam cara dilakukan agar kesenjangan gender yang masih terjadi di Yogyaarta bisa diminimalisir.

” Saat ini di DIY masih saja terjadi kesenjangan gender. Kita bisa melihat hal ini dalam beberapa kebijakan, ” ujar Rany Widayati Anggota DPRD DIY saat ditemui di DPRD DIY.

Lebih lanjut Rany Widayati mengatakan selain masalah kebijakan yang masih terjadi kesenjangan gender, hal – hal kecil dalam pelayanan umum pun masih saja terjadi. Sehingga masih perlu perhatian semua pihak.

” contoh kecil saja, di sejumlah tempat umum, adakah tempat memadai untuk kaum ibu menyusui,” ungkap Rany.

Salah satu upaya mengurangi kesenjangan kesetaraan gender digelar beberapa kegiatan forum diskusi yang mengundang para anggota kaukus perempuan Parlemen yang terdiri dari para perempuan anggota DPRD DIY dan DPRD Kabupaten kota se DIU dan anggota Badan Perwakilan Desa ( BPD ).

Yuni Satia Rahayu, anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, sejumlah forum diskusi digelar dengan melibatkan anggota Kaukus Perempuan Parlemen ini agar para perempuan wakil rakyat di DPRD DIY dan DPRD kabupaten kota dan bpd perempuan agar mereka mengetahui apa yang menjadi permasalahan dan titik berat pengaruh utama gender di tahun 2021-2024.

” Hal ini penting, karena mereka adalah orang – orang yang akan mengambil keputusan dan kebijakan di wilayah masing – masing dari tingkat propinsi di DPRD DIY, DPRD kabupaten kota hingga BPD tingkat desa,” tegas Yuni Satia Rahayu di DPRD DIY.

Lebih lanjut Yuni mengatakan, bahwa Kaukus Perempau Parlemen kemarin sabtu ( 7/12/2019) juga menggelar forum diskusi tentang kesetaraan gender di DPRD DIY yang diikuti para perempuan wakil Rakyat ditambah anggota BPD dari kaum Perempuan yang menghadirkan narasumber berkompeten tentang kesetaraan gender dan permasalahannya.

” Kegiatan diskusi ini digelar dengan tujuan untuk menambah pengetahuan kemudian bisa diimplementasikan di wilayah masing – masing,” kata Yuni.

Permasalah yang besar dalam kesetaraan Gender di DIY menurut Yuni adalah masih kurangnya akses yang diberikan untuk kaum perempuan. Selain itu juga masalah lansia perempuan yang terlantar yang jumlah cukup besar.

” Banyak sekali permasalahannya, diantaranya banyaknya lansia perempuan yang terlantar, masalah kemiskinan karena kepala rumahnyanya perempuan, masih adanya pernikahan dini dan masalah bullying terhadap anak – anak,” jelas Yuni yang juga mantan Wakil Bupati Sleman.

Yuni berharap, dari diskusi yang diikuti oleh para anggota kaukus perempuan parlemen seluruh DIY ini bisa menerapkan hasil diskusi ini dan bisa mengambil kebijakan yang bisa mendorong keseteraan gender.**(Okta/Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: