Cakrawala News
Portal Berita Online

Kasus Positif Covid-19 Masih Dinamis, Sekolah di Garut Belum Bisa Belajar Tatap Muka

0 53

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, menyatakan untuk Kabupaten Garut belum bisa mengeluarkan kebijakan sekolah untuk belajar tatap muka di tingkat PAUD, SD, hingga SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengingatkan  hingga kini trend temuan kasus konfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Garut cenderung terus naik.

“Prioritas utama pemerintah sebenarnya lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19″kata Totong Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Kamis (27/8/2020).

ads bukopin

Ia menambahkan rencananya Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, akan memulai belajar tatap muka mulai bulan September 2020 nanti, namun karena untuk tingkat SMA/SMK yang rencananya dimulai tanggal 18 Agustus 2020 kemarin, akhirnya urung.

“karena kasus konfirmasi postif hampir di setiap kabupaten/kota di Jawa barat cenderung naik, apalagi berdasarkan keputusan bersama empat menteri bahwa tahapan masuk sekolah (tatap muka) setelah SMA-SMK masuk, baru diikuti ke jenjang di bawahnya seperti SMP, SD hingga PAUD.”ungkapnya.

Totong menambahkan meski sarana dan prasarana sudah siap, pihaknya tetap memperhatikan situasi dan kondisi saat ini, apalagi di beberapa wilayah cenderung belum berubah menjadi zona hijau seluruhnya.

“Bila terindikasi dalam kondisi tidak aman, apalagi terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19, atau tingkat risiko daerah berubah menjadi oranye atau merah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali.”imbuhnya.

Menurut Totong meski secara keseluruhan di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut masuk dalam kategori risiko rendah.

“Namun  bila diamati kelihatannya belum landai,”ujar Totong.

Totong juga menilai, jika tahapan masuk sekolah dibuka, dan sekolah dinayatkan aman, belum tentu di tengah perjalanan anatar rumah dan sekolah dijamin aman. Totong bahkan mencontohkan, di luar seperti angkutan umum, atau saat berjalan kaki, berpotensi tertular atau menularkan virus, karena adanya interaksi.

“Ketika semakin banyak kerumunan, maka semakin banyak pula yang harus diantisipasi, ini berisiko terjadi kluster baru, dan ini bahaya juga. Jadi, kita mengikuti aturan pusat saja,” ungkapnya.

Totong kembali menegaskan, kesehatan dan keselamatan siswa, guru dan warga sekolah menjadi prioritas utama, sehingga Pemerintah Kabupaten Garut tidak akan melaksanakan untuk belajar tatap muka jika kondisi belum memungkinkan. Untuk proses Belajar Mengajarv (KBM), pihaknya telah berupaya memperkuat metode pembelajaran jarak jauh (PJJ), blended learning – kombinasi pembelajaran jarak jauh antara daring dan luring. Pihaknya juga bisa memanfaatkan media elektronik seperti radio, TV, modul, video pembelajaran, guru kunjung (home visit), buku belajar untuk siswa.

“Tidak harus selalu daring, bisa juga melalui guru kunjung atau orangtua datang ke sekolah mengambil buku pelajaran. Kami ada 9 radio komunitas untuk belajar jarak jauh termasuk TV. Kita akan buat TV Pendidikan di Kabupaten Garut,” pungkasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.