Cakrawala News
Portal Berita Online

Kasus Pencabutan Bendera di Garut Berakhir di Luar Peradilan Pidana

0 49

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Kepolisian Resort Garut akhirnya mengambil kebijakan Diversi atau pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Menurut Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mapasseng Diversi dilakukan karena para pelaku masih dibawah umur atau dalam istilah undang undang peradilan anak istilahnya anak yang berkonflik dengan hukum.

“Mereka  masih dibawah umur dalam penyelesaiannya menggunakan pendekatan Restorativ Justice dan anak yang berkonflik dengan hukum diselesaikan dengan Diversi dimana para korban dan wali para pelaku, sudah saling memaafkan didampingi dari Tim Bappas, P2TP2A, Kepala Desa dan Penyidik Kepolisian,” kata AKP Maradona Armin Mapasseng, Kasat Reskrim Polres Garut, di Mapolres Garut, Kamis (27/8/2020).

ads bukopin

Maradona menyebut Diversi dipilih  mengingat peristiwa tersebut termasuk dalam unsur tindak pidana ringan, maka pasal yang dikenakan yaitu 364 KUH Pidana dimana ancaman hukuman 3 bulan penjara.

“Kemudian kerugian yang akibat dari tindak pisada ini dibawah 2,5 juta sehingga masuk pada tidak pidana ringan,”ujarnya.

Semenatar itu Kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansah menyatakan pihaknya menggelar jumpa Peres terkait kasus  pencabutan bendera merah putih yang terjadi  di wilayah hukum Polsek Wanaraja.

“Kejadiannya memang sempat viral di media sosial, para pelaku telah berhasil ditangkap semuanya ada  lima orang yang diamankan dan diperiksa dalam peristiwa ini” kata Kapolres

Menurutnya pada  hari Rabu 26 Agustus 2020, pihaknya berhasil mengamankan kelima orang  yang diduga berada dalam rekaman video pencabutan bendera.

“Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polres Garut dan Polda Jabar,” ujar Kapolres  Dede Garut

Dede menyatakan  dalam peristiwa tersebut terungkap bahwa para pelaku semua masih di bawah umur,  antara usia 15 sampai 17 tahun.

“Modus operandi pencopotan bendera itu hanya iseng tidak ada penghinaan terhadap simbul negara dan murni perbuatan tersebut pencurian ringan.”imbuhnya.,

Kapolres menambahkan sebagaimana diketahui, aksi kelima pelaku terekam kamera CCTV dan beredar luas di media sosial.

“bendera yang terekam sedang dicabut paksa dari tiang, salah satunya diketahui milik H Sobari (65) yang dipasang untuk memperingati HUT ke-75 RI. Dalam video, diketahui aksi itu terjadi pada Kamis 20 Agustus 2020, sekitar pukul 03.37 WIB dan di ketahui pada pagi hari,” tukasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.