Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye Slamet ma’arif,Polisi Diberi Waktu 14 Hari

SOLO JATENG CAKRAWALA.CO ,- Kasus dugaan pelanggaran kampanye saat tablik akbar 212 di gladag,solo, jawa tengah,ketua umum persaudaraan alumni (pa) 212 slamet ma’arif kamis lalu telah menjalani pemeriksaan di mapolresta solo,Polisi berjanji akan memproses kasus tersebut secara profesional, transparan dan akuntabel.

 

Hal tersebut diungkapkan, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, di mapolresta solo, jumat (08/02/19) kapores mengatakan, akan ada sekitar 11 saksi yang akan diperiksa. Sedangkan hari ini ada tiga orang saksi yang sudah diperiksa.pihaknya berjanji akan memproses kasus ini secara profesional. Penyidikan diharapkan dapat selesai sebelum 14 hari kerja”Biarkan penyidik bekerja, kami akan memproses dengan profesional, transparan dan akuntabel. Kami diberi waktu maksimal 14 hari,” kata ribut.

 

Sementara itu,Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif meminta kepolisian adil dalam menangani kasusnya. Dia mengaku mengingatkan penyidik bahwa pelanggaran juga terjadi pada kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Tadi saya ingatkan di akhir (pemeriksaan) kepada penyidik bahwa kasus pelanggaran kampanye karena masalah belum adanya jadwal kampanye, itu kan pernah terjadi di kampanye Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin,” katanya usai diperiksa di Mapolresta Surakarta, pada kamis (7/2/2019).

Slamet mengatakan kasus Jokowi itu kemudian dihentikan dengan alasan belum adanya jadwal resmi dari KPU. Dia juga menyebut bahwa kasus PSI pun diberhentikan karena alasan serupa. Namun dia tak memaparkan kasus mana yang dimaksudnya.

“Kemudian diberhentikan karena belum ada jadwal resmi pengaturan waktu dan tempat kampanye. Kemudian PSI juga sama di-SP3-kan oleh Bareskrim karena belum ada jadwal tempat waktu kampanye resmi dari KPU,” ujarnya.
Hal tersebut, kata Slamet, diharapkan dapat menjadi pertimbangan tim penyidik Polresta Surakarta. Dia ingin mendapatkan penindakan hukum secara adil.

“Saya sampaikan itu untuk jadi pertimbangan penyidik. Artinya hukum harus adil, harus sama dengan yang lain,” tutupnya.
Slamet Ma’arif diduga melanggar Pasal 492 dan 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang melakukan kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu dan tim kampanye.
Dugaan pelanggaran dilakukan saat dia menjadi pembicara dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu( AGb)

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: