Cakrawala News
Portal Berita Online

Kasus Covid Terus Melonjak, Garut Evaluasi Ijin Keramaian dan Wisata

0 300

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kabupaten Garut kembali akan melakukan evaluasi terkait beroprasinya tempat wisata dan acara-acara hajatan menyusul masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Menurut Wakil Bupati Garut Helmi Budiman pihaknya bisa saja kemungkinan untuk menutup kembali tempat wisata dan ijin acara hajatan.

“Acara pernikahan juga sudah banyak orang yang datang. Jaga jarak sulit dilakulan. Kadang ada yang enggak pakai masker.”kata Wakil Bupati Helmi Budiman, Jumat (21/8/2020).

ads bukopin

Helmi menyebut kasus konfirmasi positif covid 19 di Garut terus meningkat hampir setiap hari ada penambahan kasus positif.

“Kondisi ini sudah dilaporkan ke gugus tugas dan telah memerintahkan dinas teknis (Disparbud) untuk evaluasi tempat wisata dan tempat-tempat pernikahan. Ada kemungkinan kita tutup dulu,”katanya.

Wapu Helmi juga menambahkan pihaknya di Pemkab Garut tengah merumuskan Peraturan Bupati (Perbup) untuk pedoman peneraan disiplin dan penegakam hukum protokol kesehatan Covid-19.

“Jika Perbup sudah disahkan, nantinya bisa memberikan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan.”imbuhnya.

Saat ini lanjut Helmi Budiman, Perbup itu masih dalam tahap revisi dan telah dilaporkan ke Kemendagri.

“Nanti sanksi dan denda bagi yang tak mematuhi protok kesehatan. Seperti yang tidak memakai masker bisa dikenakan denda Rp 100 ribu serta bisa juga ada sanksi-sanksi lain yang bisa diterapkan,”katanya.

Tak hanya soal pelanggaran individu, Perbup itu juga mengatur sanksi dan senda bagi tempat usaha, satuan pendidikan, perkantoran, hingga tempat ibadah.

Helmi berharap dengan kehadiran Perbup tersebut penegakan disiplin protokol kesehatan bisa lebih tegas dilakukan.

“Intinya Masyarakat pun bisa sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Kami hanya ingin, masyarakat lebih sadar dan peduli soal pandemi ini belum berakhir,”tukasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.