Cakrawala News
Portal Berita Online

Kasus Ahli Waris, Ketua MUI Kalteng Mita Banding ke PA

0 479

PALANGKARAYA KALTENG CAKRAWALA.CO – Kasus penghilangan status ahli waris yang menimpa H. Yaya dan salah seorang saudaranya mendapat perhatian serius dari ketua MUI Kalteng Dr. KH. Khairil Anwar.

“Warisan adalah perkara yang penting bagi kehidupan umat Islam, dan tidak hanya untuk diri sendiri tapi hingga sampai ke anak cucu kita.”kata Dr. KH. Khairil Anwar kepada wartawan.

Menurutnya dalam masalah waris sering kali terjadi sengketa dalam pembagian harta warisan yang tidak adil.

” tidak adanya pesan atau wasiat sering menimbulkan berbagai permasalahan, dan tidak heran banyak orang yang putus tali persaudaraan karena hak warisan.”ungkapnya.

KH. Khairil Anwar menyebut kasus penghilangan dua orang nama dalam satu keluarga dalam keterkaitan hubungan darah dinilai secara Islam kurang pantas hanya karena masalah harta waris.

“lebih baik lagi disadari bahwa saudara kandung itu lebih diatas segalanya, harta bisa dicari tapi putus saudara bisa membuat kita rugi. Anak kandung memang harus dapat warisan, tapi tradisi masyarakat Banjar kalau dia masih keturunan Banjar ada yang dibagi duluan dalam bentuk wasiat atau hibah sebelum orang tuanya meninggal.”paparnya.

Kalau sudah dibagi duluan, lanjut KH. Khairil maka tidak ada lagi pembagiannya, namun jika belum dibagi, maka dia berhak untuk mendapatkan bagian harta waris.

“Oleh karena itu saya hanya bisa memberikan masukan jika itu putusan Hakim PA Kota Palangkaraya, sebaiknya yang dirugikan bisa minta mengusulkan banding saja ke Pengadilan Tinggi Agama,”ujarnya.

Sementara itu Agatisanyah Ketua LSR LPMT Kalteng selaku tokoh masyarakat yang juga teman sejak Kecil H.Yayan sangat mengetahui riwayat hidup teman kecilnya.

Menurut Agatisansyah ia banyak mengetahui mengenai masalah anak-anak almarhum H.Abful Gafur diantaranya H.Yayan.

“H. Yanyan memang benar adalah anak kandung alm.H.Abdul Gafur berpasangan dengan Hj. Rusmini.”imbuhnya.

Terkait namanya tidak dicantumkan sebagai ahli waris menurut Agatisansyah itu sangat tidak mungkin karena H.Yayan jelas anak kandung dari alm.H.Abdul Gafur.

” apapun alasannya orang tua tidak boleh mencoret nama Anaknya termasuk dalam kartu keluarga karena H.Yayan sebagai anak berhak atas waris dan juga tercantum dalam identitas.”tuturnya.

Agatisansyah menambahkan setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.

“dengan tercantumnya nama H.Yayan dalam kartu keluarga itu memuat kedudukan atau status hubungan dalam keluarga, namun jika H.Yayan melakukan perubahan susunan keluarga dalam kartu keluarga adalah perubahan yang diakibatkan adanya Peristiwa Kependudukan atau Peristiwa Penting seperti kawin, pindah datang, kelahiran, atau kematian,” ungkap Agatisanyah.

Disisi lain Gatis pun menilai jika H.Yayan melakukan gugatan ke Pengadilan Agama akan terjadi dan akan terasa hubungan darah tersebut timbul.

“disitu akan terbukti yang mana sejahat-jahatnya anak tidak mungkin orang tua tidak akan mengakuinya bahwa itu pasti anaknya,”tukasnya.*** ( HT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.