Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo : Proses Pembuatan SIM Sekarang Lebih Praktis

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo mengajak Gabungan 7 Lembaga Swadaya Masyarakat atau biasa disebut Seven Gab LSM yang ada di Sidoarjo. Keliling ke ruang proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) mulai dari ruang teori hingga praktek, Kamis 19 September 2019.

Proses membuat SIM di Polresta Sidoarjo sekarang penuh dengan trobosan kecanggihan teknologi, pelayanan pembuatan SIM kian memudahkan masyarakat.

“Berbagai inovasi telah dilakukan Satlantas Polresta Sidoarjo, salah satunya perubahan pelayanan manual menjadi berbasis aplikasi namanya SIM elektronik alias E-SIM. Di mana pembuatan SIM berbasis aplikasi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan memperpanjang SIM maupun pembuatan SIM baru,” jelas Kasatlantas Polresta Sidoarjo, Kompol Fahrian Saleh Siregar kepada cakrawala.co.

Selain itu, untuk mengantisipasi adanya antrean panjang, masyarakat bisa memperpanjang SIM-nya di berbagai tempat, seperti SIM corner yang ditempatkan di beberapa titik. Baik di Sidoarjo Utara, Selatan, Barat, Timur, dan Sidoarjo pusat. Bahkan, masyarakat juga bisa memperpanjang SIM-nya di malam hari, yakni di Transmart Sidoarjo.

Uji praktek SIM C dengan tangan satu dicontohkan oleh IPDA Indra. (Foto/Win)

“Sistem yang sekarang sudah berbeda dengan sistem yang dulu. Jadi jika ada yang bilang membuat SIM sulit tidak benar,” tegasnya.

Ia menceritakan, bahwa sebelumnya didatangi sejumlah LSM yang mengatasnamakan Seven Gab. LSM tersebut melakukan audiensi dan klarifikasi terkait aduan masyarakat bahwa membuat SIM di Sidoarjo sulit.

“Katanya, berkaitan dengan kejadian pada saat Operasi Patuh Semeru kemarin, banyak pengendara yang ditilang polisi gara-gara tidak punya SIM. Padahal penilangan itu tidak hanya berkaitan dengan SIM saja,” terangnya.

Ada delapan prioritas pelanggaran yang menjadi fokus Satlantas Polresta Sidoarjo dalam Operasi Patuh Semeru 2019. Di antaranya, helm SNI, berkendara dengan menggunakan handphone, pengendara di bawah umur, melebih batas kecepatan, terpengaruh alkohol, melawan arus, tidak menggunakan safety belt, dan menggunakan lampu rotator/strobo.

“Ketika ditilang masalah SIM, itu hanya efek domino saja. Jadi, silakan disampaikan kepada masyarakat bahwa membuat SIM di Sidoarjo itu mudah,” tandasnya.

Sementara, perwakilan LSM Seven Gab, Mardianto, SH mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima aduan dari masyarakat bahwa membuat SIM sulit di Sidoarjo. Selain itu, ia juga melihat banyaknya antrean pengendara di Kejaksaan Negeri Sidoarjo untuk mengambil tilang.

“Apa yang kita sampaikan aspirasi ke pihak Satlantas Polresta Sidoarjo diawali dengan itikat baik berkirim surat, intinya minta hearing supaya komunikasi dua arah bagus dalam konteks Sidoarjo kondusif. Karena sampai saat ini banyak masyakat mengadu ke kita Seven Gab pengurusan SIM sulit,” ujar Mardianto Ketua LSM Komunitas Pemuda Sidoarjo/Kipas. (win)

 

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: