Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Kapolres Tulungagung Ungkap Modus Pembunuhan di JLS, Ini Kronologisnya

0 320

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto SH, SIK, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Christian Kosasih SIK menggelar konferensi pers ungkap kasus pembunuhan TKP Jalan Lintas Selatan (JLS) yang terjadi pada Hari Kamis (29/4/2021) lalu.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Unit Inafis Sat Reskrim Polres Tulungagung dan dari hasil otopsi RS dr. Iskak menerangkan, ditubuh korban ditemukan luka. Dan dari keterangan para saksi, akhirnya Sat Reskrim Polres Tulungagung berhasil mengidentifikasi pelaku.

Dengan menggunakan alat Mambis (Mobile automated multi biometrec identification system) kemudian muncul an. Said Lupriadi (45) alamat Blok Kamis, Kec. Argapura, kab. Majalengka.

Tanpa mengulur waktu, Timsus Macan Agung Sat Reskrim Polres Tulungagung mencari dan memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga korban kemudian melakukan pengembangan serta penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pengembangan dan keterangan saksi, didapat nama tersangka yakni, SW (31) warga Dsn. Kulonkali, RT 055 RW 015, Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Pelaku diamankan oleh anggota Tim Macan Agung saat datang ke rumah sakit bersama pihak keluarga korban untuk mengambil jenasah.

Sebelumnya, anggota mendapatkan keterangan dari saksi, yang tidak lain adalah kakak korban.

Dari Keterangan saksi didapati bahwa, korban sering ke Tulungagung bersama pelaku. Saat diamankan dan dimintai keterangan, pelaku mengakui segala perbuatannya yang telah membunuh korban.

“Pelaku tega menghabisi nyawa korban, lantaran sakit hati sudah dicaci maki oleh korban, bahkan mengolok-olok dengan kata kotor,” terang Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto SH, SIK, MH saat konferensi pers di halaman Mapolres Tulungagung, Senin (03/05/2021).

Adapun kronologi kejadian berawal pada hari Jum’at (23/4/2021) pelaku bersama korban berangkat dari rumah daerah Malang pukul 17.00 WIB dengan tujuan ke Kabupaten Tulungagung dengan mengendarai sepeda motor Honda grand dengan posisi yang membonceng bergantian.

“Mereka ke Tulungagung dengan tujuan untuk bermain judi. Pelaku dan korban tiba di tulungagyung pukul 21.00 WIB. Hingga pukul 22.30 keduanya bermain judi dan pelaku menang 1 juta. Sedangkan korban mengalami kekalahan sehingga korban kehabisan uang dan menjual sepeda motor honda grand miliknya kepada pelaku seharga Rp.1.100.000,” lanjut Kapolres.

Sekira pukul 22.30 wib, pelaku mengajak korban ke Prigi, Kabupaten Trenggalek. Pada saat dalam perjalanan, korban mengolok-olok pelaku dengan nada kasar dan kotor secara berulang- ulang.

Sesampainya di pantai Prigi pukul 23.30, pelaku dan korban mengobrol kurang lebih 1 jam. Dan pada hari Sabtu (24/4/2021) dini hari sekira pukul 00.30 WIB pada saat perjalanan dari Prigi Kabupaten Trenggalek menuju Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung dengan posisi korban membonceng pelaku.

“Adapun kata-kata yang dilontarkan korban yakni, “goro – goro awakmu g*g aku malah entek- entekan ngene iki, g*l, a*u k*k” (gara-gara dirimu gg saya jadi habis habisan seperti ini) dilanjutkan dengan kata- kata umpatan (g*l, anng, k**k).

Pelaku yang mendapat perlakuan tersebut, akhirnya marah dan mempunyai niat melakukan kekerasan terhadap korban dan untuk mengambil kembali uang pelaku yang dibawa korban sebagai uang pembelian sepeda motor serta hp milik korban.

Selanjutnya, pelaku mengajak korban menuju ke arah JLS masuk Desa Keboireng, Kecamatan Besuki. “Sesampainya di JLS pada hari Sabtu (24/4/2021) pukul 02.00 WIB, pelaku menyuruh korban berhenti dengan alasan menyuruh korban untuk buang air kecil dan beristirahat sebentar. Pada saat berhenti dan turun dari motor, pelaku menanyakan apa maksud dari semua kata-kata dari korban dengan nada kasar maupun nada kotor sambil pelaku langsung memukul dari belakang pada bagian leher korban dengan tangan kosong sebanyak 4 kali hingga membuat korban terjatuh. Dan ketika korban hendak melawan, pelaku memukul dengan tangan kosong lagi sebanyak 1 kali mengenai leher bagian kanan, sehingga korban tersungkur. Pada saat korban berteriak dengan nada keras, sehingga membuat pelaku panik dan pada saat kaki pelaku menyentuh batu yang berada dibelakangnya, pelaku langsung mengambil batu dan dipukulkan ke arah leher bagian kanan korban sebanyak 2 kali, kemudian memukulkan lagi ke arah bahu kanan sebanyak 1 kali, kearah dada sebanyak 1 kali dan terakhir ke arah leher bagian kanan,” papar Handono.

Kemudian saat korban sudah tidak berdaya, pelaku mengambil uang Rp. 1.100.000,- dan hp Vivo dari dalam tas yang diselempangkan di badan korban, serta menyeret korban sejauh kurang lebih 9 meter menjauh dari jalan raya. Selanjutnya pelaku membawa sepeda motor korban pulang ke arah Malang.

Adapun barang bukti yang berhasil disita Unit Inafis Sat Reskrim saat olah TKP yakni 1 buah jaket warna coklat dengan motif doreng, 1 buah kaos lengan panjang warna hijau, 1 buah celana jeans panjang warna biru, 1 pasang sandal warna hitam, 1 buah tas pinggang warna hitam, 1 buah batu

“Selain itu, barang bukti yang disita saat mengamankan pelaku yakni, 1 unit ranmor honda grand warna hitam AG 6542 PT beserta kunci, 1 buah hp merk Vivo y91i warna hitam kombinasi biru, 1 buah kaos warna abu-abu, 1 buah jaket warna hitam.

Diakhir paparannya, Kapolres Tulungagung menjelaskan, pelaku dijerat pasal 339 Sub pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun hukuman penjara. (NN95/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.