Cakrawala News
Portal Berita Online

Kapolres Tulungagung dan Forkopimda Dampingi Kunker Gubernur di UIN

0 293

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – 

Sabtu,18/9/2021 pukul 15.30 hingga 19.00 WIB, Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M. Si melakukan kunjungan kerja di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung untuk meninjau vaksinasi massal bagi masyarakat umum sebelum menuju ke Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso serta melihat langsung perkembangan Covid-19 di Kota Marmer menuju terbentuknya Herd Immunity di Jawa Timur.

Kedatangan Gubernur Jatim didampingi Sekdaprov Dr. Ir. Heru Tjahyono, M.M dan rombongan disambut Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto S.H., S.I.K., M.H, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo M.M., Dandim 0807/Tulungagung Letkol Inf Yoki Malinton K.SH.M.Tr (Han) M.l.Pol, Sekda Drs. Sukaji, M. Si., Ketua PW ISNU Jatim Prof. Dr. Mas’ud Said, PhD, Rektor UIN Prof. Dr. Martuhin, MAS. Rois Syuriah PCNU Tulungagung KH. Mukhson Hamdani, Ketua PCNU Tulungagung KH. Abdul Hakim Mustofa, Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU, IPNU Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengajak semua komponen untuk menjaga status Level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang disandang Jatim. Karena menurutnya, pencapaian level 1 ini juga berkat peran serta dari semua pihak.

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah, saat meninjau vaksinasi massal ISNU Jawa Timur, di Gedung KH Arief Mustaqiem, Sabtu (10/9/2021) sore.

“Pendekatan pentahelix yang sudah dilaksanakan yakni ada pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media dan masyarakat. Lima komponen ini saya mohon tetap kompak dan terus dipertahankan,” ujar Khofifah.

Lima komponen di Jatim ini bukan hanya bersinergi, namun juga bekerja keras mengatasi pandemi Covid-19.

Karena itu dirinya tetap berharap agar semuanya tetap kompak, menjaga level 1. Diantaranya dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi.

“Jika bisa tetap dijaga maka pembelajaran tatap muka bisa dipercepat. Sekarang masih terbatas, bertahap bisa ditingkatkan lagi,” sambung Gubernur Khofifah.

Selain itu pencapaian Level 1 juga memungkinkan melakukan penguatan di sektor lain, seperti pariwisata. Seluruh kegiatan interaksi masyarakat yang selama ini dibatasi bisa pula dimulai bertahap.

Jika Covid-19 semakin terkendali, maka ekonomi akan tumbuh dan bangkit.

“Mohon semua bisa jaga protokol kesehatan. Bisa seiring melakukan percepatan vaksinasi,” harapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur menyampaikan, Jawa Timur menjadi provinsi pertama dari 34 provinsi di Indonesia yang mencapai level 1.

Hal ini berdasarkan hasil asesmen Kementerian Kesehatan dengan standar WHO. (NN95 HUM RESTU/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.