Cakrawala News
Portal Berita Online

Kapolres Kota Madiun : Motif Pembunuhan Bukan Karena Antar Perguruan Silat, Murni Faktor Dendam Pribadi

0 175

MADIUN, CAKRAWALA.CO-Kepolisian Resor Madiun Kota menggelar press release kasus penusukan berujung kematian Heru Susilo (44) warga Banjarejo – Kelurahan Taman Kota Madiun – Jawa Timur pada hari minggu 1 September 2019.

Press Release digelar di Mapolres Madiun Kota senin 2 September 2019, dipimpin langsung Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu didampingi Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono. Turut menyaksikan Walikota Madiun Maidi, Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro, Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto, Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pusat Madiun, R. Moerdjoko HW, Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) Madiun Agus Wiyono Santoso.

Dihadirkan tiga tersangka pelaku pembunuhan, yakni Hari Cahyono alias Gundul (TSK utama) warga desa wayut kecamatan jiwan Kabupaten Madiun, Irwan alias plolong warga kecamatan Manguharjo Kota Madiun, Hari Prasetyo alias Ateng warga kelurahan pangongangan kecamatan manguharjo Kota Madiun dan sejumlah barang bukti diantaranya pisau, telepon genggam, jaket dan celana milik pelaku dan dua unit sepeda motor matic merk yamaha Mio G dan RX King.

Kapolres menunjukkan barang bukti pisau dan baju yang dipakai tersangka Hari Cahyono membunuh korban Heru Susilo. (Foto/Ayu)

Dalam pembunuban ini pelaku Hari Cahyono alias gundul berperan sebagai eksekutor yang melakukan penusukan terhadap korban, Irwan alias plolong yang membonceng tersangka dan Hari Prasetyo alias ateng sebagai pengantar tersangka ke rumah korban. Kedua tersangka gundul dan ateng ditangkap dirumah mereka sedang plolong menyerahkan diri ke Polres Madiun Kota.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan motif dari pembunuhan ini adalah karena dendam permasalahan pribadi, saat pelaku yang merupakan residivis dan korban sama – sama menjadi warga binaan di lapas Madiun pada tahun 2017.

“Jadi pada saat mereka berdua (korban dan tersangka utama) sama – sama menjadi penghuni lapas madiun, pelaku pernah dipermalukan oleh korban. Karena dendam dan sakit hati setelah pelaku keluar lapas pada 17 agustus 2019 lalu, ia merencanakan pembunuhan ini” terang Nasrun.

Ditanya perihal apakah kasus pembunuhan ini berhubungan dengan antar perguruan, Kapolres menegaskan bahwa sesuai fakta penyidikan kasus ini murni permasalahan dendam pribadi dan tidak berhubungan sama sekali dengan antar perguruan.

“Indahnya Kerukunan dan Kedamaian” Ketua umum dan pengurus perguruan PSHT dan PSHW-TM Madiun. (Foto/Ayu)

“Alhamdulillah seluruh yang hadir disini, kami tegaskan tidak ada hubungannya antar perguruan terhadap kejahatan yang telah dilakukan oleh pelaku.” Tegas Kapolres.

Sementara itu Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pusat Madiun, R. Moerdjoko HW mengatakan, bahwa kasus pembunuhan ini tidak berhubungan sama sekali dengan perguruan atau organisasi. Pihaknya juga menghimbau agar saudara – saudara seperguruan maupun perguruan lain agar tetap tenang dan selalu menjaga Madiun aman, damai dan kondusif sesuai dengan isi deklarasi yang telah ditanda tangani bersama.

“Yaa namanya juga kehilangan saudara sudah barang tentu ada rasa keprihatinan mendalam. Namun untuk kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang berlaku.” Terang Moerdjoko.

Moerdjoko memastikan pihaknya akan selalu siap menjaga kondisifitas dari setiap kegiatan bulan suro mulai dari sebelum, saat pelaksanaan hingga selesai, untuk terciptanya suro 2019 aman damai dan Madiun kondusif.

“Mari saudara seperguruan maupun antar perguruan untuk bersama – sama menjaga situasi kamtibmas madiun kota dan kabupaten tetap aman kondusif dan jangan sampai masalah ini dikait – kaitkan dengan perguruan.” Tegasnya.

Atas kasus ini ketiga tersangka bakal dijerat pasal 340 KUHP atau pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama – lamanya 20 tahun penjara. (ayu/win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.