Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Kang Bupati Hadiri Vaksinasi dan Pengajian Rutin Muslimat NU Anak Cabang Jenangan

0 36

Ponorogo, Cakrawala.co – Kang Bupati Sugiri Sancoko hadiri vaksinasi dan pengajian rutin yang diadakan oleh Muslimat NU anak cabang Jenangan, Minggu (9/1/2022).

Dari pantauan cakrawala.co, stand vaksinasi Covid-19 di ikuti oleh ratusan Jama’ah pengajian. Namun demikian tidak semua jama’ah ikut vaksin, dikarenakan jama’ah Muslimat yang hadir sudah banyak juga yang melakukan vaksin.

Dilain sisi, nampak para pedagang kecil menjajakan dagangannya mulai dari es dawet yang laku dibeli jama’ah. Hingga peralatan dapur dan perkakas rumah tangga.

“Alhamdulillah senang. Semoga pengajian Muslimat terus ada. Karena di pengajian Muslimat itu, lebih laku daripada di pasar,” kata Hadi, seorang pedagang peralatan rumah tangga kepada Cakrawala.co.

Selanjutnya untuk sosialisasi kesadaran berbelanja pada Bintang Swalayan juga nampak digaungkan pada acara tersebut juga digaungkan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yakni Agus Khoirul Hadi selaku Wakil Sekretaris PCNU.

“Secara legal formal secara syah dan resmi bahwa Bintang Swalayan sudah menjadi badan usahanya PCNU Ponorogo,” tegasnya.

Senada dengan Khoirul Hadi, Ketua Muslimat Ancab Cabang Ponorogo, Hj. Khoirul Badiah mengajak anggota Muslimat NU taat vaksin dan berbelanja di Bintang Swalayan.

“Nanti, dikasih tau ya Bu, di teras Bintang Swalayan ada vaksin gratis. Dan PR kita nanti kasih tau ke tetangga dan keluarga agar belanja di Bintang Swalayan. Dari kita untuk kita,” terangnya.

Hadir pula pada kesempatan itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko yang juga mengajak para jama’ah untuk berbelanja di Bintang Swalayan.

“Oh iya, kita kan punya Bintang Swalayan ayo gruduk Bintang Swalayan,” tegasnya.

Namun demikian, Kang Bupati Sugiri juga mengajak Muslimat NU untuk menghidupkan pasar Krempyeng (Jenis pasar tradisional yang ada di Indonesia. Umumnya, pasar ini berada di pinggiran jalan raya maupun perkampungan. Tempat dan lokasinya juga sangat sederhana).

“Bagi yang punya gambas, punya Lombok, kita bawa kepasar Krempyeng. Kadang-kadang itu dibeli tetangga sendiri. Karena kadang misalnya kalau ada kates mateng, arep njaluk kates rawani, arep tuku wedi nek sing nduwe tersinggung (Kalau ada pepaya matang, mau minta takut kalau mau beli takut yang punya pepaya tersinggung),” paparnya. (Am/Nov)

Leave A Reply

Your email address will not be published.