Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Kajari Situbondo Sebut Ada 3 Kades, Terancam Masuk Bui Dalam waktu Dekat

SITUBONDO JAWA TIMUR CAKRAWALA,CO-Kepala Kejaksaan Negeri Situbondo (Kajari) Nur Slamet SH, MH mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya berencana akan mejebloskan ke penjara 3 kades yang saat ini statusnya meningkat menjadi tersangka dalam kasus penggunaan dana yang merugikan negara, Selasa (23/7/2019).

 

Pernyataan tersebut disampaikan Kajari dihadapan sejumlah wartawan di sela-sela rangkaian peringatan Hari Bhakti Adyaksa ke 59 di kantornya. “Kami telah melakukan serangkain penyidikan terhadap Kades Kalianget,  Sumberejo, Mlandingan dan ketiganya sudah kita tingkatkan statusnya sebagai tersangka yang awalnya di periksa sebagai saksi,” ujar Kajari Nur Slamet.

 

Lebih lanjut, Kajari Nur Slamet mengatakan, pihaknya tak akan kenal kompromi lagi dengan tindakan korupsi, walaupun ada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)  dan lain sebagainya. “Dalam jangka waktu 60 hari mereka tidak bisa mengembalikan keuangan atau kerugian negara yang mereka pakai, maka mereka harus siap-siap berhadapan dengan hukum,” tegas kajari.

 

Sambung Kajari Nur Slamet, kasus korupsi itu sifatnya tidak bisa melakukan tindakan  sendiri, pasti ada forporasi.  “Yang dimaksud dengan perbuatan forporasi tersebut yakni perbuatan yang tidak dikehendaki sendiri melainkan perbuatan yang terorganisir.  Karena terorganisir, maka Insya Allah akan ada perkembangan tersangka baru dalam proses penyelidikan maupun penyidikan yang akan dilakukan Kejari Situbondo tentang tindak pidana korupsi,” beber Kajari.

 

Oleh karena itu, sambung Nur Slamet, untuk menegakkan supremasi hukum yang transparan dirinya meminta kepada semua elemen di Kabupaten Situbondo termasuk wartawan membantu memberikan data-data untuk memperkuat pembuktian-pembuktian kasus-kasus pidana korupsi yang saat ini telah menjalar ke desa-desa.

 

“Karena jumlah Jaksa Penuntut Umum yang ada di Kejari Situbondo jumlahnya terbatas,  makanya kami butuh bantuan data-data dari kalian (awak media massa) untuk pengembangan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Situbondo,” pinta kajari.

 

Tak hanya itu saja yang disampaikan Kajari Nur Slamet dihadapan sejumlah wartawan, namun dia juga mengatakan bahwa, selama dirinya menjabat sebagai Kajari Situbondo tidak ada kata yang tidak bisa dalam menegakkan supremasi hukum atau membrantas tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus di wilayah Kabupaten Situbondo.

 

“Semua perkara yang masuk ke Kejari Situbondo diproses secara transparan dan akuntabel. Baik, penangan perkara yang sipatnya maunal maupun digitalisasi akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan dilandasi dengan peraturan serta undang-undang yang berlaku. Adapun tujuan, utamanya dalam penegakkan supremasi hukum di Kabupaten Situbondo yakni, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pencari keadilan,” pungkasnya. (JATIM 1/Ru)

Facebook Comments
%d bloggers like this: