Cakrawala News
Portal Berita Online

Kadis Transmigrasi Kapuas, Ditahan

Palangka Raya.Kalteng – Cakrawala.Co.
Kadis Transmigrasi Kapuas yang sudah di non aktifkan kini menanggung resiko atas perbuatan yang dilakukannya bersama mitra kerjanya.

Kasus korupsi pengadaan pupuk serta perangkat kapur yang jadi trend dikalangan Pemda kabupaten Kapuas dengan kerugian negara mencapai 1,1 milyar, kini keduanya resmi ditahan, ungkap Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalteng Rustianto,SH.MH dalam jumpa pers dihadapan puluhan wartawan cetak, elektronik dan media online (Senin, 2/3/2020).

Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan buat para petani transmigrasi di salah satu desa di kabupaten Kapuas dimana Kadis Transmigrasi Kabupaten Kapuas yang sudah non aktif ini yaitu SKR dan seorang pelaksana proyek fiktif berinisial SW berupa pengadaan barang hibah berupa pupuk, sarana prasana sosial dan ekonomi di instansi transmigrasi tersebut.

Keduanya dilakukan penahanan setelah dinyatakan minimal dua alat bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi sudah memenuhi persyaratan untuk kami tahan, ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng Rustianto di kantor Kejaksaan Tinggi Kalteng.

Selain itu juga yang mana anggaran kegiatan hibah berupa barang dan penyediaan serta pengolahan prasarana dan sarana sosial dan ekonomi di kawasan Transmigrasi tersebut dimana kerugian negara yang sudah kami kumpulkan terserap sebesar Rp1 miliar lebih.

Dari semua anggaran yang digunakan, dimana pada pengadaan pupuk KCL sebanyak 13.250 kilogram dengan pemakai anggaran Rp198 juta lebih, pengadaan pupuk TSP sebanyak 13.250 kilogram dengan pemakaian anggaran Rp198 juta lebih, pengadaan obat hama insektisida sebanyak 1.121 liter,pemakaian anggaran sebesar Rp 99 juta lebih, pengadaan pupuk urea sebanyak 14.400 kilogram dengan anggaran Rp199 juta, pengadaan kapur sebanyak 100 ribu kilogram dengan memakai anggaran Rp199 juta lebih.
Pengadaan racun rumput sebanyak 1.298 liter dengan memakai anggaran sebesar Rp99 juta lebih dan pengadaan bibit padi sebanyak 10.560 kilogram dengan menggunakan menggunakan anggran sebesar Rp149 juta lebih, Jadi total dari kegiatan tersebut berjumlah Rp1,144 miliar lebih.

Sedangkan enam dari kegiatan tersebut fiktif dan satu kegiatan pengadaan kapur tidak sesuai dengan pengadaan dari 100 ribu kilogram yang dibagikan ke Gapoktan (gabungan kelompok tani) yang ada di daerah setempat.

Dari operasiasi atau modus operandi yang dilakukan kedua terduga pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang sarana prasarana sosial dan ekonomi tersebut, yaitu SW diminta diminta menyediakan lima perusahaan untuk mencairkan dana tersebut.

“Sebab pada saat itu SKR adalah selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam proyek tersebut,” katanya.

Dalam kasus dugaan tipikor yang dilakukan oleh SKR dan SW, dimana kerugian negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kapuas berjumlah Rp1,144 milar lebih itu, dan itupun masih dilakukan penghitungannya karena sudah di audit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalteng.

Kini kedua tersangka yang sudah dimasukkan ke Rutan Klas IIA Palangka Raya dengan sangkaan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

“Untuk Pasal 2 ancaman hukumannya empat tahun penjara, sedangkan Pasal 3 nya hanya satu tahun kurungan penjara,” ungkap Rustianto.( RT )

Ket. Photo: Tim Kejaksaan Tinggi Kalteng yang berhasil mengungkap kasus korupsi di transmigrasi Kapuas.

%d bloggers like this: