Cakrawala News
Portal Berita Online

Kadis Perdagangan Disperindag Sidoarjo Tegaskan Pertamini Ilegal

0 149

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO- Sehubungan dengan semakin banyaknya tempat penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) mirip Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan skala kecil atau lebih dikenal dengan istilah Pertamini di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoaarjo (Disperindag), mencatat sebanyak 300 lebih perorangan yang membuka usaha Pertamini, serta masih banyaknya masyarakat yang belum mengerti tentang aturan atau izin membuat para pedagang Pertamini diantaranya pernah ditangkap oleh Polisi.

“Memang pom mini atau Pertamini banyak kita jumpai di wilayah pelosok Sidoarjo sangat membantu masyarakat untuk membeli BBM yang kebetulan lokasinya jauh dari SPBU. Cuma harus diarahkan karena dia illegal biar jadi legal. Itulah sebabnya kita mendapat keluhan ke kantor usaha Pertamini di sidak oleh Polisi serta barang usahanya juga diamankan, ” Ungkap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Listyaningsih, SE, MM, ketika dikonfirmasi cakrawala.co.

Pertamini menurut Kabid Pedagangan Disperindag Sidoarjo, tidak bisa dimiliki oleh perorangan karena berdasarkan Undang-Undang No. 22 tahun 2001. Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengeluarkan peraturan BPH Migas No. 6 tahun 2015 tentang penyaluran jenis BBM.

“Jadi dalam UU nomor 22 tahun 2001 tentang BPH Migas, pasal 53 d, menyebutkan setiap orang yang melakukan niaga sebagaiman dimaksud dalam pasal 23 tanpa izin usaha niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan dengan denda paling tinggi 30 Milliar rupiah,” lanjut Listyaningsih menegas penjualan BBM melalui Pertamini adalah melanggar hukum.

Masih dikatakan Kabid Perdaganagn, dirinya menjelaskan sesuai petunjuk Pak Asisten Pemkab Sidoarjo. Pemkab melalui Disperindag akan sosialiasi lagi ke para pedagang Pertamini. Yang intinya akan mengeluarkan surat edaran Pertamini dilarang.

“Namun masih menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), estimasi bisa kita lakukan sosialiasi pada bulan Oktober tahun ini,” ujarnya.

Jika masyarakat masih berkeinginan membuka usaha Pom Mini, Pertamina sudah memberikan solusi agar usaha tersebut legal. Yakni dengan cara menggandeng (Badan Usaha Milik Desa) BUMdes.

“Nama produknya Pertashop, belinya dari Pertamina. Bedanya dengan Pertamini yang jelas harga unit Pertashop lebih mahal dikisaran 200 juta sedangkan Pertamini 5 juta sudah dapat mesin yang digital. Dan Pertashop  sudah diuji kelayakanya, resmi bisa dilakukan tera tera ulang,” Pungkas Listyaningsih. (win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.