Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Jurnalis Tulungagung Desak Kepolisian Usut Tuntas Kasus Kekerasan Wartawan Tempo

0 351

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – Puluhan Jurnalis Tulungagung menggelar aksi solidaritas atas kekerasan yang menimpa Nurhadi, wartawan Tempo beberapa waktu lalu saat melakukan kegiatan peliputan di Bumimoro Surabaya.

Para peserta dari berbagai media tersebut melakukan start dari depan Gedung DPRD untuk berkumpul dan kemudian berjalan menuju Mapolres Tulungagung, Rabu (31/03/2021) siang.

Mereka membawa poster, berorasi secara bergantian. Puluhan pemburu berita itu mengutuk keras dan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap wartawan Tempo yang dilakukan oleh sejumlah pengawal Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tersebut. Dimana sebelumnya KPK telah menetapkan ia sebagai tersangka kasus suap pajak.

Aksi demo damai itu juga diwarnai pelemparan Id card dan tabur bunga sebagai simbol matinya kebebasan pers. Mereka kemudian melakukan teaterikal, dimana digambarkan seseorang sedang melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan.

“Segala bentuk intimidasi terhadap jurnalis harus diusut tuntas. Kaum jurnal di setiap melakukan peliputan dilindungi undang-undang, terutama untuk memperoleh akses yang berkaitan dengan keterbukaan informasi publik dan kebebasan demokrasi,” kata seorang peserta.

Menurutnya, penganiayaan terhadap wartawan melanggar beberapa aturan diantaranya, UU 40/1999 tentang Pers, UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU 12/2005 tentang pengesahan konvensi hak sipil dan politik dan Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang pengimplementasian Hak Asasi Manusia.

“Hidup rakyat! Tolak kekerasan terhadap jurnalis! Usut kasusnya, usut kasusnya sekarang juga. Kami, jurnalis Tulungagung mengecam keras penganiayaan wartawan yang dilakukan oknum aparat penegak hukum,” seru mereka.

“Kami menuntut kasus tersebut diusut tuntas, siapa aktor intelektual di balik kekerasan yang dialami rekan kami Nurhadi beberapa hari lalu,” seru orator aksi yang kemudian disambut teriakan “Hidup jurnalis!” oleh puluhan kawannya.

Sesampainya di depan Mapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto didampingi Kasdim 0807 menerima baik kedatangan mereka. Ia mengatakan, pihaknya sepakat kejadian yang menimpa jurnalis Tempo Surabaya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, secara profesional dan transparan.

“Kejadian itu menjadi koreksi bagi kami agar kedepannya lebih baik lagi. Kami berkomitmen agar peristiwa serupa tidak terjadi di Tulungagung,” terang Kapolres.

Handono berharap agar komunikasi dan koordinasi antara pihaknya, Kodim dan Pemda dengan kawan-kawan media bisa lebih ditingkatkan lagi.

Sebagai bentuk kesungguhannya, Kapolres Handono serta Kasdim menandatangani petisi untuk menolak kekerasan dalam bentuk apapun terhadap kaum jurnal yang kemudian diikuti oleh para peserta aksi. (ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.