Cakrawala News
Portal Berita Online

Jurnalis di Aceh Desak Kapolri Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo

0 101

LHOKSEUMAWE – CAKRAWALA.CO-Puluhan jurnalis dari berbagai Media dan Lintas Organisasi di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara  Pasee, Kamis (8/4) melakukan aksi solidaritas di depan Taman Riyadah, Kota Lhokseumawe, Kamis(8/4).

Aksi ini sebagai bentuk solidaritas Jurnalis mendesak Kapolri menyelesaikan kasus Nurhadi wartawan Tempo yang mengalami kekerasan baru-baru ini saar melakukan peliputan Investigasi kasus suap Pajak.

Aksi yang dikoordinir oleh Aliansi Jurnalis Independen tersebut, juga turut diikuti Persatuan Wartawan Aceh (PWA), Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) dan mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif KotaLiga Mahasiswa Demokrasi (LMND) Indonesia.

Rangkaian aksi ini dimulai dengan longmarch oleh puluhan jurnalis dan mahasiswa sambil membentangkan spanduk dan sejumlah poster mengelilingi Taman Riyadah pusat Kota Lhokseumawe.

Tampak puluhan aparat dari Polres Lhokseumawe dan Polsek Banda Sakti bersiaga penuh mengamankan jalannya aksi solidaritas ini.

Koordinatoraksi, Zaki Mubarak mengatakan, aksi solidaritas itu dilakukan karena Nurhadiseorang koresponden Tempo di Surabaya, mengalami  kekerasan saat melakukan peliputan.

“Saatitu Nurhadi tengah menjalankan kegiatan reportase sebagai rangkaian investigasidalam peliputan kasus suap pajak, yang diduga juga melibatkan Angin PrayitnoAji selaku Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu,” ujar wartawan Serambi Indonesia itu.

Didampingi Ketua AJI Lhokseumawe, AgustiarIsmail, Zaki menambahkan, namun saat melakukan reportase, Nurhadi mengalamitindakan kekerasan. Yakni disekap dan dipukul oleh oknum yang diduga aparat TNIdan oknum polisi. Nurhadi juga mengalami ancaman pembunuhan dan diancam akan dijerat UU ITE.

“Apayang dialami Jurnalis Tempo ini menambah panjang daftar kasus kekerasanterhadap jurnalis.  Ini membuktikan bahwaperlindungan terhadap kerja-kerja pers masih sangat rendah dan lemah,”ungkapnya.

Padahal lanjutnya, kerja jurnalis telah dijamin oleh Undang-ubdang pers no 40 tahun 1999 tentang Pers, karena itu pihaknya menilai aparat kepolisian gagal melindungi kerja-kerja jurnalis sebagaimanadiamanatkan dalam Undang-undang tersebut.

,“Usut tuntas kasus kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap Nurhadi, Jurnalis Tempo tanpa memandang jabatan dan instansi manapun dari para pelaku karena ini adalahpelanggaran terhadap amanah Undang-Undang,” tuturnya.

Dalam aksi ini, para jurnalis juga mendesak Kapolri sekaligus meminta Kepolisian agar profesionalisme dalam menyelesaikan kasus terbuka, dan transparans dan tidak ada yang ditutup-tutupi, semua yang terlibat harus diproses hukum.

,“Terhadapsemua jurnalis, diminta tetap menjunjung tinggi kode etik dan UU Pers saatmelakukan tugasnya,” tegasnya.(MS

Leave A Reply

Your email address will not be published.