Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Jumlah Makin Sedikit, Perajin Sangkar Burung Terjepit, Kok Bisa?

Ads Webinar Cakrawala
0 46

BANYUMAS. JATENG. CAKRAWALA.CO – Dari 1.200 perajin di ujung 2015, empat tahun berlalu, hanya tersisa 50 perajin sangkar burung rumahan di sentra kerajinan Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Kabupatem Banyumas. Faktor utamanya adalah beralihnya permintaan pasar yang membuat nasib perajin makin terjepit.

Iskak, salah satu perajin menuturkan, empat tahun yang lalu permintaan pasar mulai bergeser dari sangkar burung 100 persen bahan bambu, ke bahan campur kayu ukir. Tidak adanya alat menambah kendala pemenuhan selera pasar, sehingga jumlah perajin yang bertahan terus berkurang.

“Untuk mengikuti permintaan pasar, harus butuh modal antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Modal untuk beli mesin bubut kayu, sirkel, mesin bor sampai mesin tembak paku,” jelas Iskak.

Dengan modal sampai jumlah tersebut, lanjut Iskak, hampir semua perajin sangkar burung rumahan memilih untuk berhenti produksi. “Saat ini kami memilih menjadi perakit sangkar burung dengan bahan baku dari pengusaha besar sangkar burung yang ada di Banjarsari,”katanya.

Upah merakit hampir sama dengan pendapatan membuat sangkar burung sendiri yaitu kisaran Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu per sangkar. “Merakit lebih cepat karena perajin tinggal merakit, bahan baku dari pengusaha. Dan kami tidak perlu repot cari bambu untuk diolah menjadi bahan,” pungkasnya.(Agus Munandar / cakrawala.co)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: