Jumlah Angkatan Kerja Menganggur di Garut Terus Meningkat

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,– Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Rd Tedi mengatakan jumah lapangan pekerjaan di Garut masih sangat kurang.

Menurut Tedi saat ini sudah ada 711 perusahaan yang melapor dan beberapa lainnya tidak melapor, hal tersebut masih belum bisa mengcover jumlah pengangguran di Garut.

“Berdasarkan data dari badan pusat statistik melalui sensus ekonomi daerah di tahun 2016, ada sekitar 65 ribu warga yang menganggur.”kata Tedi, Selasa (26/2/2019).

Ia menyebut setiap tahun jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan. Apakah karena mereka lulus sekolah atau kuliah,” ujarnya.

Tedi menegaskan jika mengacu pada jumlah pekerja dan lulusan, maka peningkatan angka pengangguran mencapai lebih dari 10 persen setiap tahunnya berdasarkan data pembuatan kartu kuning.

“data dari BPJS, jumlah karyawan saat ini mencapai lebih dari 40 ribu. Jika berdasarkan data jumlah karyawan, jumlahnya mencapai 46 ribu,” katanya.

Dengan kondisi ini, lanjut Tedi setiap ada penyelenggaraan job fair pasti dipenuhi oleh para pelamar.

“Wajar saja hal tersebut terjadi karena masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Garut.”ucapnya.

Namun meski demikian, diakuinya setiap kegiatan job fair hal tersebut belum bisa menyerap secara maksimal jumlah pekerja karena beragamnya jenis pelamar.

“Kalau untuk operator kan mungkin tidak bisa mereka lulusan kuliah. Dan mereka yang sarjana juga mungkin tidak mau menjadi buruh di pabrik dan maunya penghasilannya lebih dari itu,” ungkapnya.

“Untuk sekarang saja ada lowongan untuk 4.106 pekerja dalam job fair yang kita gelar dari 15 perusahaan di Garut. Tapi ini kebanyakan di pabrik sebagai operator. Tentunya ini bagi mereka yang lulusan SMA atau SMK. Mungkin ada posisinya untuk sarjana, tetapi jumlahnya terbatas,”tukasnya.

Facebook Comments
%d bloggers like this: