Cakrawala News
Portal Berita Online

Jubir PT Bank Maybank Indonesia Tbk,Selidiki Kasus Uang Nasabah di Solo Yang Hilang

0 863

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Prihal raibnya uang tabungan Rp 72,653 juta milik nasabahnya Candraning Setyo, Warga Puspan RT 03 RW 08, Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar,Jawa Tengah.Pihak PT Bank Maybank Indonesia Tbk sampai saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

 

 

Juru Bicara PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Tommy Hersyaputera mengatakan, pihaknya melakukan proses investigasi atas pengaduan yang ada.”Kami sedang dalam proses investigasi atas pengaduan tersebut,” kata Tommy dalam keterangan tertulisnya pada wartawan, Selasa (17/11/20).

 

ads bukopin

Di sisi lain, Tommy juga mengingatkan agar nasabah selalu waspada dalam menjaga kerahasiaan data. Termasuk pula kerahasiaan PIN dan pemilihan password yang kuat. “Perlu kami ingatkan kembali kepada para nasabah yang menggunakan fasilitas internet dan/atau mobile banking agar senantiasa waspada dalam mengelola nomor telepon seluler yang digunakan dan menjaga kerahasiaan data seperti login, PIN, password, serta sandi TAC, untuk tidak disampaikan kepada siapa pun termasuk staf bank.Dan juga senantiasa membuat password yang kuat sehingga tidak mudah diketahui oleh pihak lain,” ujarnya.

 

Diberitakan sebelumnya, seorang nasabah bank swasta di Solo, Candraning Setyo, mengaku kehilangan uang di tabungannya sebesar Rp 72.653.000. Kasus tersebut telah diadukan ke Polresta Solo.

Kejadian tersebut bermula dari hilangnya sinyal ponsel milik warga Puspan RT 03 RW 08, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar,tidak bisa menggunakan ponselnya yang terhubung dengan internet banking bank tempat Candra menabung untuk menelpon atau menerima telepon, serta tidak bisa mengoperasikan aplikasi perpesanan Whatsapp (WA).

Kuasa hukum korban, Gading Satria Nainggolan.Candra kemudian mengurus persoalan itu ke gerai provider yang ada di kawasan Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.Dan diberikan kartu baru tanpa dijelaskan persoalan yang terjadi,” kata Gading.

 

Seusai kejadian hilangnya sinyal provider, Candra dikagetkan dengan raibnya sejumlah uang yang ada di tabungannya.Candra kemudian memutuskan untuk mencetak rekening koran.Dari rekening koran tersebut, dia melihat ada transaksi ganjil hingga membuat saldonya terkuras menyisakan Rp 80 ribu.

 

Gading mengungkapkan, ada lima transaksi aneh yakni pada 11 Juni 2020, pukul 13.24 WIB sampai 13.32 WIB. Ada transfer kedua rekening bank masing-masing Rp 25 juta.Kemudian, ada tiga top-up sebesar Rp 9.801.000, Rp 9.901.000 dan Rp 2.951.000.

Mengetahui hal tersebut, Candra membuat pengaduan ke Maybank cabang Jalan Urip Sumoharjo, Solo. Jawaban dari pihak Maybank didapatkannya pada 7 Agustus 2020.Transaksi tersebut dianggap sah sebab pelaku bisa memasukkan username dan password pada internet banking.”Padahal klien saya mengaku tidak pernah menggunakan aplikasi internet banking,” jelas dia.

Selama ini rekening bank milik Candra tersebut memang difungsikan sebagai tempat menyimpan uang, jadi jarang ada transaksi.Sehingga ia tidak pernah meninggalkan jejak digital terkait data username dan password. Gading mengatakan, satu – satunya yang menyimpan data adalah pihak bank.Ia bertanya apakah ada yang membobol atau sistem keamanan yang lemah atau ada oknum.Pihaknya mempertanyakan itu.”pungkas Gading.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.