Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Jokowi Panggil Raja Gojek Jadi Menteri

Jakarta, Cakrawala.co,-Sepanjang hari Senin Presiden Joko Widodo mengenalkan calon menteri yang akan membantunya mencapai target lima tahun mendatang. Sejumlah calon menteri sejak pagi dipanggil ke istana untuk dimintai visi dan misinya, serta apakah orang yang dipanggil ini memiliki komitmen mencapai target yang ingin dicapai Jokowi.

Salah satu yang dipanggil Jokowi Senin pagi (detik.com, 21/10/2019) adalah Nadiem Makarim. Dia adalah raja Gojek alias bos Gojek. Bahasa menterengnya adalah CEO PT Gojek Indonesia, sebuah start up transportasi online yang lagi moncer dan menjadi kebanggaan masyarakat karena kesuksesannya.

Usahanya banyak menyerap tenaga kerja dan mampu merespon perkembangan digital dalam revolusi industri 4.0. Di bawah PT Gojek Indonesia, kini Gojek menjadi kebanggan Indonesia dan menjadi inspirasi bisnis digital kaum milenial.

Siapakah dia? Nadiem Anwar Makarim lahir pada 4 Juli 1984 silam di Singapura dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri.

Ayahnya seorang aktivis dan pengacara terkemuka di Indonesia keturunan Minang-Arab. Sementara ibunya seorang penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.

Setamat SMA di tahun 2002, ia terbang ke negeri Paman Sam untuk melanjutkan kuliah di Brown University mengambil jurusan international relations and affairs selama empat tahun.

Selepas menyelesaikan sarjana di Brown University, Nadiem bekerja sebagai konsultan bisnis di McKinsey selama hampir tiga tahun.

Setelah bekerja di McKinsey, ia kembali melanjutkan pendidikannya di jenjang master di Harvard Business School. Tahun 2011, ia berhasil meraih gelar titel M.B.A. (Master of Business Administration) dari Harvard.

Sepulang dari menyelesaikan master di Amerika Serikat, ia pulang ke tanah air. Ditengah-tengah berkarier di korporat, Nadiem sebetulnya telah mendirikan Gojek diawal 2010. Sebelum mendirikan Gojek, Nadiem adalah seorang yang setia menggunakan jasa ojek.

Baru tahun 2015, Gojek meluncurkan aplikasi yang bisa diunduh di Play Store bagi pengguna Android. Lalu disusul dengan aplikasi untuk pengguna iOS yang bisa diunduh di AppStore. Sejumlah investor pun bermunculan.

Hingga kini, Gojek berhasil menaungi 800.000 lebih pengemudi Gojek dari 50 kota di Indonesia. Saat Gojek telah memiki nilai valuasi perusahaan diatas US$ 1 miliar. (fur/dari berbagi sumber).